Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Sekadar Mampir Saja Sudah Jarang

Yang masih buka, membatasi jam operasional showroom mobil bekas miliknya. Salah seorang pegawai showroom mobil bercerita kepada Tribun.

Sekadar Mampir Saja Sudah Jarang
MOBIL88
Ilustrasi stok mobil bekas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Sektor ekonomi salah satu yang ikut terkena imbas di masa pandemi Covid-19 ini. Ternasuk bagi mereka yang membuka showroom mobil bekas.

Tribun berkesempatan menelusuri beberapa showroom mobil bekas di  sekitar Jakarta.  Di kawasan Kelapa Dua Depok dan  di kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur.  Sudah banyak yang tutup  terdampak Covid-19.

Yang masih buka, membatasi jam operasional showroom mobil bekas miliknya. Salah seorang pegawai showroom mobil bercerita kepada Tribun.

Baca: Yang Terlanjur Mudik Jangan Buru-buru ke Jakarta, Anies Baswedan Akan Libatkan Aparat untuk Mencegah

Showroom yang masih buka, pengunjung hanya disediakan sebuah pintu kecil untuk masuk dan menilik beragam jenis mobil yang ada. Padahal, showroom tersebut salah satu showroom mobil besar di daerah itu.

Selain itu sejumlah pegawai yang masih bertugas nampak bersantai."Semenjak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar, red), tempat ini jadi sepi pengunjung. Kita tidak boleh terang-terangan kalau sedang buka, jam buka juga sudah dibatasi," Anand, salah seorang pegawai showroom Kramat Jati kepada Tribun.

Pengunjung yang datang ke showroom, kini bisa diitung dengan jari. Berbeda sebelum PSBB diberlakukan. "Bos saya sekarang ini sedang rugi banyak, belum lagi banyak harga mobil anjlok. Beberapa mobil di sini juga sudah diturunkan harganya," kata dia.

Sebuah papan tulis bertuliskan list harga mobil yang penuh coretan. Coretan tersebut menunjukkan perubahan harga mobil yang dijual di showroom.

Baca: Sinopsis Film Precious Cargo Tayang di Bioskop Trans TV, Sabtu 2 Mei 2020 Pukul 21.30 WIB

"Harga mobil baru saja ada yang diskon sampai Rp 100 juta, tidak laku di pasaran. Bos juga jadi jarang ke showroom," sambungnya.  

Lain lagi cerita Ahmad Saputra (26).  Ia meneruskan usaha dealer motor dan mobil bekas yang dirintis oleh keluarganya sejak 25 tahun lalu di salah satu kawasan Depok, Jawa Barat.

Selama berdiri puluhan tahun, ia menyebutkan, bisnis keluarganya itu tidak pernah terdampak signifikan seperti saat adanya wabah virus Corona. Bisnisnya mulai dirasakan melesu pada Maret 2020 lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas