Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Spare Part Vespa Dikabarkan Langka, Begini Tanggapan Piaggio

Beberapa waktu lalu konsumen Vespa mengeluhkan kelangkaan spare part. Komponen suku cadang tertentu sulit mereka dapatkan.

Spare Part Vespa Dikabarkan Langka, Begini Tanggapan Piaggio
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Peluncuran Vespa S 125 i-get di Jakarta, Jumat (28/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa waktu lalu konsumen Vespa mengeluhkan kelangkaan spare part. Komponen suku cadang tertentu pada Vespa tipe tertentu sulit mereka dapatkan.

Menanggapi itu, Public Relations and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal mengatakan sejauh ini stok spare part Vespa aman.

"Sebenarnya nggak susah, kita ada. Cuman terkadang dari pembeli sendiri yang terkadang mandek prosesnya," kata dia.

"Saya selalu bilang hubungi customer service kami kalau ada keluhan. Jadi spare parts itu APM punya dan dealer misalkan lagi habis. Kadang-kadang konsumen ini hanya nanya, ada atau tidak. Kita misalnya ditanya mau dipesenin apa nggak, mereka kadang juga jawabnya nanti deh. Itu yang bikin proses jadi lama," tutur Robby, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Cara Akali Spare Part Honda CBR250R yang Langka, Subtitusi Milik Motor Ini

Dia mengatakan, jika spare part yang diinginkan pembeli tidak ada atau habis, pemesanan dari Italia hanya butuh waktu dua bulan.

"Itu prosesnya tidak begitu lama. Mungkin satu setengah bulan atau maksimal dua bulan sudah ada di Indonesia," terangnya.

Baca juga: Kena Recall, Penggantian Spare Part dan Oli Mesin Suzuki Address Bebas Biaya?

Robby menegaskan, proses pembelian spare parts tidak akan lama jika konsumen melakukannya sesuai aturan.

"Tapi memang prosesnya kalau dealer kan harus ada DP minimal. Nah proses-proses seperti inilah yang banyak terhambat. Ada konsumen ingin mesen dulu, tetapi kan mungkin harganya cukup mahal, jadi dealer memerlukan DP," kata Robby.

"Ini yang membuat akhirnya tidak terproses. Jadi bukannya tidak ada tetapi tidak terproses dengan baik," imbuhnya.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas