Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Adira Insurance Kenalkan Kampanye #SudahZiapAman untuk Lindungi Pengemudi dan Kendaraan

Kampanye #SudahZiapAman untuk mengajak masyarakat agar aman dalam berkendara dan menekankan pentingnya perlindungan kendaraan

Adira Insurance Kenalkan Kampanye #SudahZiapAman untuk Lindungi Pengemudi dan Kendaraan
ist
Konferensi Press Peluncuran kampanye #SudahZiapAman secara virtual, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) melalui produk asuransi Autocillin, memperkenalkan kampanye #SudahZiapAman untuk mengajak masyarakat agar aman dalam berkendara dan menekankan pentingnya perlindungan kendaraan.

Direktur Adira Insurance Wayan Pariama, mengatakan Adira Insurance secara konsisten meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku selamat dan aman di jalan.

"Selama 10 tahun terakhir, semangat ini kami gaungkan lewat kampanye I Wanna Get Home Safely (IWGHS) dengan berbagai inisiatif untuk mendukung keselamatan jalan terbaik. Melanjutkan semangat yang sama, tahun ini kami menghadirkan kampanye #SudahZiapAman untuk produk Autocillin yang mampu memberikan rasa aman saat berkendara dengan perlindungan dari risiko-risiko di jalan seperti kecelakaan, banjir, hingga huru-hara," ungkap Wayan saat Peluncuran Kampanye #SudahZiapAman secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Baru-baru ini, Adira Insurance memetakan profil keselamatan jalan di Indonesia melalui Road Safety Behavior Research, yang merupakan inisiatif dari kampanye IWGHS.

Riset tersebut menyebutkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di 15 kota yang disurvei adalah 76 persen, dimana ada kesenjangan antara pemahaman dalam keamanan berkendara.

Baca juga: Kehadiran Jadon Sancho Bisa Jadi Bumerang Bagi Manchester United

Dimana pengetahuan 87 persen, kesadaran atau sikap 83 persen, namun perilaku hanya 58 persen.

Dalam berkendara, ada berbagai risiko tidak terduga yang mengintai pengendara.

Kondisi keselamatan jalan di Indonesia secara umum masih belum memuaskan, karena sebagian besar pengguna jalan belum menerapkan perilaku keselamatan yang baik di jalan.

Data Kementerian Perhubungan RI menyebutkan bahwa sebanyak 61 persen kecelakaan terjadi karena faktor manusia, 30% persen faktor sarana prasarana, serta 9 persen faktor pemenuhan persyaratan laik jalan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Lita Febriani
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas