Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Industri Otomotif Dunia Alami Kelangkaan Pasokan Semikonduktor

Akibat kelangkaan ini, Peugeot 308 yang akan meluncur, sekarang dibangun dengan dial analog karena kurangnya chip.

Industri Otomotif Dunia Alami Kelangkaan Pasokan Semikonduktor
Autoblog
Semikonduktor untuk industri otomotif. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Industri otomotif global saat ini tengah mengalami kelangkaan chip semikonduktor, salah satu komponen penting dalam pembuatan mobil modern.

Chip semikonduktor pada mobil memiliki banyak fungsi, termasuk menyajikan tampilan digital, sistem kontrol stabilitas dan sistem keselamatan.

Kelangkaan ini membuat beberapa produsen mobil mengurangi produksi, membatasi pilihan kendaraan yang tersedia bagi pembeli mobil baru.

Melansir AutoExpress, Selasa (18/5/2021), para ahli memperkirakan masalah ini mungkin membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk diselesaikan.

Bukan hanya industri mobil yang terpukul, industri elektronik pun ikut terdampak, mulai dari lemari es dan mesin cuci, hingga konsol game dan laptop telah terpengaruh karena batas pasokan.

Baca juga: Tips Merawat Kopling Mobil Manual Agar Tetap Aman Saat Dipakai Liburan

Akibat kelangkaan ini, Peugeot 308 yang akan meluncur, sekarang dibangun dengan dial analog karena kurangnya chip.

Sementara Jaguar Land Rover dan Mini, keduanya sebelumnya menghentikan produksi di pabrik Inggris dan Ford dikabarkan akan mengurangi produksi 1,1 juta lebih sedikit mobil tahun ini secara global.

Baca juga: Mantul, Beli BBM Pertamax Series Lewat Aplikasi Dapat Diskon Rp300 Per Liter

MD dari Ford Inggris Lisa Brankin, mengatakan perusahaan tersebut memiliki stok mobil di dealer dan dalam perjalanan ke Inggris.

"Pembeli yang membuat pesanan baru harus menunggu sedikit lebih lama," ungkap Brankin dikutip dari AutoExpress.

CEO Citroen Vincent Cobee, menyebut masalah ini substansial, chip yang sama terkadang digunakan pada bagian yang berbeda.

Ikuti kami di
Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas