Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pedoman Baru Razia Knalpot Brong, Bengkel dan Pedagang Knalpot Tak Standar Bakal Diberi Peringatan

Pedoman Baru Razia Knalpot Brong atau bersuara bising, Bengkel dan Pedagang Knalpot Tak Standar Bakal Diberi Peringatan

Pedoman Baru Razia Knalpot Brong, Bengkel dan Pedagang Knalpot Tak Standar Bakal Diberi Peringatan
Gayuh Satriyo W/GridOto.com
Ilustrasi polisi menunjukkan pelanggaran berupa pemakaian knalpot tidak sesuai standar 

TRIBUNNEWS.COM - Polri resmi merilis pedoman baru dalam merazia knalpot brong atau bersuara bising.

Pedoman ini dikeluarkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo lewat surat telegram nomor ST/1045/V/HUK.6.2./2021.

Berdasarkan isi surat ini, polisi akan menindak tegas pengguna knalpot bersuara bising.

Pengendara yang nekat menggunakan knalpot brong harus siap kena denda hingga Rp 250.000.

Baca juga: Cara Perpanjang SIM Lewat Aplikasi SINAR dan Layanan SIM Keliling, Ini Rincian Biayanya

Baca juga: Aturan Penggolongan SIM Segera Disosialisasikan, Berikut 3 Golongan SIM C untuk Pengguna Motor

Tidak hanya untuk pengendara, pedagang knalpot tak standar dan bengkel yang melayani pemasangannya juga bakal mendapat peringatan.

Polisi akan memberikan peringatan untuk tidak menjual dan melayani pemasangan knalpot tak standar.

Pengguna knalpot tak standar bakal dikenakan Pasal 285 Ayat (1) Junto Pasal 106 Ayat (3) Junto Pasal 48 Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Selain itu, polisi juga diminta untuk bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyiapkan alat pengujian tingkat kebisingan.

Baca juga: Masih Ada Diskon PPnBM Rp 15 Jutaan untuk Pembelian Almaz RS di Bulan Mei

Baca juga: Motor Voorijder Polisi Wajib Isi Pertamax, Kalau Tidak Mesin Nggelitik

Dikutip dari tribratanews.polri.go.id, berikut isi surat telegram dari Kapolri yang menjelaskan langkah-langkah yang dapat dipedomani oleh petugas di lapangan dalam melakukan penindakan terhadap penggunaan knalpot bising, di antaranya:

1. Melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat pengguna jalan tentang dampak dari kebisingan suara yang diakibatkan oleh penggunaan knalpot tidak sesuai standar SNI atau tidak memenuhi persyaratan teknis dari ATPM.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas