Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pakai Nopol Palsu, Pengemudi Pajero Sport Penganiaya Sopir Truk Kontainer Akhirnya Jadi Tersangka

Pengemudi Mitsubishi Pajero Sport hitam penganiaya sopir truk kontainer di Jakarta Utara sebagai tersangka.

Pakai Nopol Palsu, Pengemudi Pajero Sport Penganiaya Sopir Truk Kontainer Akhirnya Jadi Tersangka
IST
Aksi penganiayaan pengemudi Mitsubishi Pajero Sport kepada sopir truk kontainer di Jakarta Utara. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Utara telah menetapkan pengemudi Mitsubishi Pajero Sport hitam penganiaya sopir truk kontainer sebagai tersangka. Rekaman video penganiayaan itu viral di media sosial. 

Dalam perkara ini penyidik menjerat tersangka berbadan tegap itu dengan pasal berlapis lantaran juga kedapatan membawa surat kendaraan palsu.

"Sudah tersangka. Dia kena pasal 351 pasal penganiayaan kemudian pasal 335 ayat 2 perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan kemudian pasal 263 pemalsuan surat kendaraan dan ketiga pasal 406 perusakan," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi kepada awak media, Senin (28/6/2021).

Lebih lanjut kata Nasriadi, tersangka yang ternyata merupakan seorang pelaut itu menggunakan pelat nomor kendaraan dinas anggota TNI-Polri.

Baca juga: VIRAL Video Pengemudi Pajero Pecahkan Kaca Truk dan Pukul Sopir, Korban Beberkan Kronologinya

Hal itu telah terkonfirmasi usai pelaku dilakukan pemeriksaan hingga ditetapkan sebagai tersangka. "Bukan, bukan. Dia sipil murni. Bukan anggota TNI, bukan anggota Polri. Pekerjaannya pelaut," kata Hariadi.

Baca juga: Heboh Pengemudi Pajero Kantongi SIM dan STNK Kekaisaran Sunda Nusantara, Mengaku Sebagai Jenderal

Dugaan awal tersangka merupakan seorang anggota memang tersiar, sebab dalam video yang beredar diketahui tersangka menggunakan kendaraan dengan pelat nomor yang identik milik aparat keamanan.

Tak hanya itu saat melancarkan aksi serangannya, tersangka juga tengah mengenakan pakaian hijau gelap layaknya pakaian TNI.

Namun ternyata, berdasarkan hasil penyelidikan pelat nomor tersebut palsu. Belum diketahui dari mana tersangka mendapatkan pelat itu.

"Pelatnya itu pelat palsu kami masih kembangkan dari mana dia dapat pelat tersebut," ungkap Nasriadi. "Kemudian dimana dibuatnya kalau dia beli beli dari mana kita lagi kembangkan," sambung dia.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas