Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Instruktur Mekanik: Puluhan Juta Bisa Keluar Akibat Salah Pilih BBM

Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah yang tidak sesuai jenis kendaraan rupanya bisa berakibat fatal pada mesin.

Instruktur Mekanik: Puluhan Juta Bisa Keluar Akibat Salah Pilih BBM
Kanal Youtube Tribun Timur
Live Obrol Otomotif Tribun Timur Spesial Seri #13 membahas soal Tips dan Trik Menjaga Keawetan Mesin Bagi Orang Awam 

TRIBUNNEWS.COM - Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah yang tidak sesuai jenis kendaraan rupanya bisa berakibat fatal, terutama kerusakan pada mesin.

Hal itu diceritakan Instruktur Mekanik Bengkel Honda Sanggar Laut Group, Muh Arief Munafri, dalam Live Obrol Otomotif Tribun Timur Spesial Seri #13 yang membahas Tips dan Trik Menjaga Keawetan Mesin Bagi Orang Awam, Senin (5/7/2021).

Arief mengatakan penggunaan dan pemilihan bahan bakar perlu pertimbangan. Banyak keluhan pelanggan ia dapatkan dengan mobil bermasalah di awal tahun pemakaian.

Ternyata pelanggan itu punya kesalahan memakai bahan bakar premium yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

“Pelanggan awam paham mengisi bahan bakar, tapi tidak paham apa yang buat mobil bisa jalan dengan performa maksimal dan bikin awet mesin kendaraan,” kata Arief.

Arief mengatakan pertimbangan memilih bahan bakar itu krusial sebetulnya. “Misal kita pilih premium. Saat ini kita hemat, hemat diawal tapi boros di akhir. Lebih baik kita sedikit menambah rupiahnya tapi kualitas kita dapat jangka panjang,” terangnya.

Ia mengungkapkan seringkali kerusakan pada mesin akibat penggunaan BBM oktan rendah dapat dilihat pada kotoran yang ada pada piston dan silinder yang warnanya hitam pekat.

“Kondisi piston menjadi hitam pekat seharusnya terjadi kalau kendaraan sudah lebih dari 10 tahun dengan catatan bahan bakarnya yang dipakai tepat,” jelas Arief.

Arief menyampaikan kerusakan pada mesin akibat salah menggunakan bahan bakar dapat dilihat dari piston dan silinder headnya. “Kalau pake pertamax, kasarnya kaya debu-debu yang mudah dibersihkan, kotor tapi tidak sehitam itu (pistonnya),” tutur Arief.

Ia menambahkan kalau hasil pembakarannya hitam itu menunjukkan penggunaan bahan bakar yang boros. “Kalau piston sudah hitam sekali berarti oktannya tidak sesuai karena meledak duluan, dia terbakar duluan jadinya menimbulkan kerak-kerak hitam,” tambahnya.

Arief mengungkapkan apabila sampai terjadi turun mesin, dia menaksir harga yang berlaku di Honda untuk perbaikan sekitar Rp269.000 per jam, itu standard Honda dimanapun tinggal dikalikan berapa lama perbaikan yang diperlukan

“Waktu yang dibutuhkan untuk turun mesin adalah 24 jam. Ini adalah waktu tercepat nasional yang disusun oleh Honda Motor di Jepang dan Honda Prospect Motor sebagai ATPM kita. Itu baru ongkos untuk bongkar mesinnya aja dan pasangnya,” ucapnya.

Arief mengatakan untuk sparepart sendiri apabila tidak parah bisa merogoh kocek sampai 15 juta. Kalau kondisinya parah, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 30 juta ditambah ongkos kerjanya tadi sekitar 6 jutaan keatas.

Di akhir, Arief menghimbau pengguna kendaraan untuk mempertimbangkan bijak-bijak untuk mimilih dan menggunakan bahan bakar kendaraan.

“Kalau kita menggunakan bahan bakar yang bersih berarti kita menentukan jangka panjang keawetan mesin kendaraan kita. Tapi kalau kita menggunakan BBM oktan rendah, berarti kita sudah harus siap dengan biaya-biaya yang besar dikemudian hari,” pungkasnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas