Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Konsumen Banyak Tunda Pembelian, Penjualan Mobil Bekas Turun Hingga 70 Persen

Penerapan PPKM Darurat Jawa Bali sejak 3 Juli lalu mempengaruhi bisnis jual beli mobil bekas atau mobkas.

Konsumen Banyak Tunda Pembelian, Penjualan Mobil Bekas Turun Hingga 70 Persen
ist
Showroom Indigo Auto di BEZ Auto Center A 50-51, Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Tangerang Banten. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penerapan PPKM Darurat Jawa Bali sejak 3 Juli lalu mempengaruhi bisnis jual beli mobil bekas atau mobkas.

Owner Indigo Auto Yudy Budiman, mengatakan selama dua minggu penerapan PPKM Darurat penjualan mobil bekas ditempatnya turun hingga 70 persen.

Baca juga: Harga Mobkas Daihatsu Kompetitif di Marketplace OLX Autos

"Penurunan itu ada 60-70 persen. Soalnya akses untuk ke showroom kita juga rada susah, karena Indigo Auto kan ada di Tangerang, jadi beberapa akses kesini juga di tutup. Akhirnya customer menunda pembelian terlebih dahulu sampai PPKM selesai," tutur Yudy kepada Tribunnews, Kamis (22/7/2021).

Namun Yudy optimis, kebutuhan akan mobil bekas masih tetap ada walau angkanya tak sebesar sebelum PPKM diberlakukan.

Baca juga: Pedagang Mobkas Sebut Larangan Mudik Bikin Penjualan Makin Lesu

"Kebutuhan mobil bekas itu tetap ada, marketnya tetap ada, tetapi konsumen mengubahnya menjadi kebutuhan tersier. Akhirnya mereka menunda pembelian," jelasnya.

Untuk membuat usahanya tetap berjalan, Yudy memaksimalkan pemasaran lewat media sosial.

Ketika ada konsumen yang tertarik dan ingin melihat unit secara langsung, harus membuat janji terlebih dahulu.

"Kita buka sesuai dengan janji customer. Jadi ketika mereka ingin datang kita janjian baru kita buka showroomnya. Setelah konsumen selesai kita langsung tutup lagi showroom nya. Karena bagaimanapun kita harus tetap mematuhi aturan pemerintah, kita harus support," ungkap Yudy.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas