Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menghemat Bensin Pakai Kapur Barus, Mitos atau Fakta?

Mencampur bensin dengan kapur barus dipercaya dapat meningkatkan oktan dan menghemat konsumsi bahan bakar

Menghemat Bensin Pakai Kapur Barus, Mitos atau Fakta?
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga tengah mengisi bahan bakar Pertamax di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM – Mencampur kapur barus ke dalam tangki bensin dapat menaikkan oktan dan menghemat bahan bakar? Mitos atau fakta nih?

Kebiasaan ini santer terdengar di masyarakat. Mencampur bensin dengan kapur barus dipercaya dapat meningkatkan oktan dan menghemat konsumsi bahan bakar, sehingga mendongkrak performa mesin kendaraan.

Tapi, apakah benar kenyataannya demikian?

Bagi Anda yang suka mencampurkan kapur barus ke tangki kendaraan, lebih baik hentikan segera kebiasaan tersebut. Sebab, hal tersebut hanyalah mitos.

Nyatanya, memasukkan kapur barus ke tangki justru dapat merusak mesin kendaraan, sehingga hal tersebut hanyalah aktivitas yang nirfaedah,

Menurut Kepala Bengkel Auto 2000 Cilandak Suparna, hingga saat ini masih belum ada bukti mencampurkan kapur barus dengan bensin dapat meningkatkan oktan atau menghemat konsumsi bahan bakar.

“Menaikkan oktan dengan menambah kapur barus? Harus ada yang benar-benar melakukan pembuktian sehingga tidak menimbulkan efek negatif,” kata Suparna, dikutip dari Kompas.com.

Ia juga menjelaskan, jika kebiasaan tersebut terus berlangsung maka akan memberikan efek negatif pada mesin kendaraan dan menyebabkan tangki menjadi korosif.

“Biasanya, apapun yang dimasukkan itu akan menimbulkan campuran di dalam bahan bakar itu. Bahan seperti itu (kapur barus) sering menimbulkan gel, banyak sekali campuran menjadikan gel,” tambahnya.

Selain dapat merusak mesin kendaraan, kebiasaan mencampur kapur barus dengan bensin juga berefek buruk pada kesehatan manusia.

Dikutip dari GridOto, kandungan naphthalene pada kapur barus tidak terbakar sempurna dan kadar HC tinggi sering muncul saat pengujian emisi.

Berdasarkan laporan Agency of Toxic Substances and Disease Registry, kapur barus bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan dapat memicu penyakit kanker.

HC yang tinggi juga dapat membahayakan wanita hamil. Jika sudah keracunan, maka akan berdampak fatal pada janin.

Beralih ke bahan bakar beroktan tinggi

Ketimbang mengambil risiko di atas, lebih baik para pemilik kendaraan menggunakan cara yang pasti dan benar-benar teruji yakni dengan menggunakan bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan oktan tinggi seperti Pertamax (92).

BBM beroktan 92 ini terbukti mampu memberikan efek positif pada mesin kendaraan. Ini karena Pertamax telah dilengkapi dengan formula Pertatec yang dapat membersihkan kotoran pada mesin, sehingga lebih awet dan penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.

Menurut Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan, Pertamax juga membuat perawatan kendaraan menjadi lebih hemat. Selain itu, Pertamax bisa membuat pembakaran di dapur pacu lebih sempurna yang berdampak pada kinerja mesin menjadi optimal dan dapat menempuh jarak tempuh lebih jauh.

Yang tidak kalah penting, Pertamax juga menghadirkan efek positif bagi lingkungan. Pasalnya, pembakaran yang sempurna akibat oktan tinggi menyebabkan kadar gas buang atau emisi menjadi lebih rendah.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas