Tribun Otomotif

IESR Nilai Peralihan Penggunaan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik Sangat Mungkin Terlaksana

Menurutnya, selama kurun waktu sekira 20 tahun ke depan cukup untuk Indonesia membangun infrastruktur kelistrikan berkualitas

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Muhammad Zulfikar
IESR Nilai Peralihan Penggunaan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik Sangat Mungkin Terlaksana
dok.
Presiden Jokowi di acara ground breaking pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menilai penyetopan penjualan kendaraan konvensional di 2040 bisa terlaksana. 

Menurutnya, selama kurun waktu sekira 20 tahun ke depan cukup untuk Indonesia membangun infrastruktur kelistrikan berkualitas agar dapat mendukung elektrifikasi transportasi. 

"Dalam 20 tahun mendatang, kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia juga akan jauh berbeda dari saat ini," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, ditulis Senin (18/10/2021).

Untuk itu, seiring dengan target peningkatan penetrasi kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur dan ekosistem pendukung sudah harus disiapkan. 

"Demikian juga pasokan energi terbarukan haruslah tersedia," kata Fabby.

Baca juga: Pengamat: Pemakaian Mobil Listrik akan Berdampak Positif Secara Ekonomi

Di sisi lain, dia menambahkan, khusus mobil listrik peruntukannya memang bukan untuk kalangan menengah ke bawah. 

"Saya kira mobil listrik bukan untuk orang miskin. Namun, yang perlu adalah pemerintah memastikan warga miskin mendapatkan pelayanan transportasi memadai, terjangkau, dan andal, ini penting," pungkas Fabby.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas