Tribun Otomotif

Isi BBM Oktan Lebih Rendah di Situasi Darurat, Amankah bagi Kendaraan? Ini Kata Pakar

Pengisian BBM dengan oktan yang lebih rendah ini hanya dianjurkan pada keadaan yang bersifat darurat.

Editor: Content Writer
Isi BBM Oktan Lebih Rendah di Situasi Darurat, Amankah bagi Kendaraan? Ini Kata Pakar
KOMPAS.com/OIK YUSUF
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai pemilik kendaraan pribadi, mungkin Anda pernah merasakan situasi darurat di mana bahan bakar mesin (BBM) kendaraan Anda hampir habis, namun tidak tersedia jenis BBM yang biasa digunakan di SPBU terdekat.

Dalam memilih jenis BBM yang digunakan, pemilik kendaraan biasanya mempertimbangkan kualitas dari BBM, lalu mencocokkannya dengan kualitas kendaraan yang dimiliki. 

Selain itu, pada umumnya produsen kendaraan juga telah memberikan petunjuk serta rekomendasi BBM dengan nilai oktan minimum yang sesuai untuk setiap kendaraan.

Dari berbagai BBM yang tersedia di Indonesia, tiga jenis yang paling umum digunakan masyarakat untuk kendaraan bermotor pribadi adalah Premium, Pertalite, dan Pertamax. Pertamax memiliki nilai oktan tinggi sebesar 92, sementara Premium dan Pertalite termasuk dalam jenis BBM dengan oktan yang lebih rendah, yaitu 88 dan 90.

Maka dari itu, kekhawatiran dalam mengisi BBM yang tidak sesuai ini umumnya dialami oleh para pemilik kendaraan yang menggunakan BBM oktan tinggi seperti Pertamax.

Penggunaan BBM oktan rendah pada situasi darurat

Tingkatan oktan memang merupakan salah satu faktor penentu dari kualitas sebuah jenis BBM. Terlebih lagi, nilai oktan juga berpengaruh terhadap performa mesin kendaraan, karena menunjukkan seberapa baik bahan bakar dapat mencegah ketukan pada proses pembakaran BBM.

Ilustrasi SPBU di rest area - PLB pertamina
Ilustrasi SPBU di rest area (KOMPAS.com/OIK YUSUF)

Lantas, bagaimana seorang pemilik kendaraan harus menyikapi situasi darurat yang mengharuskan untuk mengisi kendaraan dengan BBM oktan rendah seperti Pertalite atau Premium?

Service Technical & Warranty Senior Manager PT Honda Prospect Motor, Muhammad Zuhdi, menjelaskan, penggunaan BBM sebaiknya memang perlu disesuaikan dengan rekomendasi yang telah tertulis di fuel lid atau tutup tangki BBM pada kendaraan.

Akan tetapi, ia menyebut bahwa penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai atau lebih rendah boleh saja dilakukan pada saat situasi darurat.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas