Tribun Otomotif

Pengamat: Pemakaian Mobil Listrik akan Berdampak Positif Secara Ekonomi

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menilai penggunaan kendaraan Bahan Bakar Minyak bisa saja disetop pada 2040

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Muhammad Zulfikar
Pengamat: Pemakaian Mobil Listrik akan Berdampak Positif Secara Ekonomi
Tribunnews/HO/Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara, PT HKML Battery Indonesia, di kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021) pagi. Pengamat: Pemakaian Mobil Listrik akan Berdampak Positif Secara Ekonomi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menilai penggunaan kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa saja disetop pada 2040. 

Namun, dirinya menekankan bahwa industri otomotif harus siap dulu menuju tenggat waktu 20 tahun mendatang, terutama untuk membangun rantai pasok dan menyediakan kendaraan listrik terjangkau bagi konsumen di Indonesia. 

"Kendaraan listrik itu mengganti kendaraan konvensional. Kendaraannya ada, tapi yang berubah teknologinya," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, ditulis Senin (18/10/2021).

Menurut dia, pemakaian mobil listrik secara ekonomi akan lebih positif, di antaranya karena produsen kendaraan listrik cukup beragam dengan teknologi terus berkembang. 

"Karena itu, diharapkan terjadi kompetisi di pasar dan tumbuhnya industri baru," kata Fabby. 

Kemudian, manfaat kedua adalah total biaya konsumen jika memiliki kendaraan listrik lebih rendah dibanding versi konvensional. 

Hal ini akan menguntungkan konsumen karena kendaraan listrik dari sisi biaya transportasi lebih rendah, sehingga penghematan itu dapat ditabung atau dipakai untuk konsumsi.

Baca juga: Pemerintah Dinilai Belum Siap Hadapi Peralihan Penggunaan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik

Manfaat ketiga, Fabby menambahkan, pemerintah bisa mengurangi beban subsidi dan impor BBM agar belanja negara lebih efisien. 

"Dengan itu, anggaran pemerintah dapat dipakai untuk belanja yang produktif," pungkasnya.

Fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKU) EVCuzz berkapasitas 7kW di Suvarna Golf Halim Jakarta, Selasa (31/8/2021).
Fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKU) EVCuzz berkapasitas 7kW di Suvarna Golf Halim Jakarta, Selasa (31/8/2021). (dok.)
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas