Mengenal Sasis dan Bodi Bus Maut Cahaya Trans: Daya Tahan Baik dan Suku Cadang Mudah
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pastikan bus antarkota PO Cahaya Trans yang alami kecelakaan di simpang susun exit Tol Krapyak Semarang Jawa Tengah
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Bus PO Cahaya Trans diketahui menggunakan sasis Hino R260 atau biasa dikenal dengan RK8 dengan karoseri Tentrem dari Malang, Jawa Timur.
- Data dari Gaikindo tahun 2021 sudah ada 338 unit bus menggunakan sasis RK8 tersebut.
- Sasis Eropa tersebut biasanya digunakan PO Cahaya Trans untuk divisi pariwisata.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bus dari perusahaan otobus (PO) Cahaya Trans tujuan Bogor-Yogyakarta mengalami kecelakaan di Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah pada Senin(22/12/2025) dinihari sekitar pukul 00.45 WIB. Sebanyak 16 tewas dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Baca juga: Bus PO Cahaya Trans yang Alami Kecelakaan Maut di Semarang Ternyata Berangkat dari Bogor
Bus PO Cahaya Trans diketahui menggunakan sasis Hino R260 atau biasa dikenal dengan RK8 dengan karoseri Tentrem dari Malang, Jawa Timur. Sasis RK8 ini memang paling diminati PO bus di Indonesia.
Berdasarkan data dari Gaikindo tahun 2021 sudah ada 338 unit bus menggunakan sasis RK8 tersebut. Selain ada R260, ada juga RN285 yang sudah menggunakan sistem common rail dengan penjualan 26 unit di periode yang sama. Namun saat ini, Hino juga mendapatkan persaingan dari sasis bus merek Eropa seperti Mercedes Benz seri OH 1525. Sasis Eropa tersebut biasanya digunakan PO Cahaya Trans untuk divisi pariwisata.
Sasis bus merek Eropa memiliki kapasitas oli yang dua sampai tiga kali lebih banyak daripada milik Hino. Dengan besarnya kapasitas oli ini diklaim kuat ketika melewati jalan tol yang berkecepatan dan rpm tinggi. Sedangkan sasis RN285 dan R260 keluaran Hino hanya memiliki kapasitas oli 12,7 liter.
Artinya, sasis dari Hino RK8 sangat diminati PO bus di Indonesia karena faktor ekonomis dan daya tahannya yang baik termasuk urusan suku cadangnya yang relatif mudah.
Dengan kapasitas oli yang lebih sedikit tersebut tentunya bisa menghemat biaya operasional bus. Karena ketika mengganti oli, tidak sebanyak pesaingnya sehingga lebih hemat pengeluarannya.
Baca juga: Hari Ini PO Cahaya Trans Tetap Beroperasi Pasca Kecelakaan, Tak Ada Penghentian Operasional
Akan tetapi sasis Hino RK260 bukan tanpa kelemahan. Sasis tersebut memiliki persoalan di kenyamanan karena masih menggunakan per daun alias leaf spring dan sasis ladder frame. menjadikannya kurang empuk dibandingkan sasis modern dengan suspensi udara (air suspension) seperti Hino RM series, namun seringkali masalah overheat yang dulu dikeluhkan sudah teratasi berkat perbaikan dan perawatan yang benar, dengan keunggulan utama di keandalan mesin dan biaya perawatan yang relatif efisien.
Beberapa unit bus PO Cahaya Trans juga menggunakan sasis Scania K124IB built in air suspension dengan karoseri Adi Putro. Mereka juga menggunakan sasis Mercedes-Benz Space Frame yang dipasangkan dengan bodi Avante H8 Flanker dari karoseri Tentrem. Bus ini memiliki bagasi lebih besar dan kabin dengan fasilitas seperti toilet.
Mengutip dari situs resminya, PO Cahaya Trans berkantor pusat di Jalan Limo Raya No. 10, Cinere, Depok, Jawa Barat dengan jargon "Sensasi Perjalanan Senyaman di Udara".
Perusahaan menyediakan pelayanan jasa transportasi angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), pariwisata, dan cargo.
Cahaya Trans menyiapkan beragam fasilitas dalam setiap busnya, mulai dari AC, LED TV, instalasi pemutar musik, sampai toilet. Selain itu, mereka juga memberikan fasilitas leg rest, reclaining seat, bantal, selimut, dan cabin luggage di tiap tempat duduknya.
Saat ini, perusahaan melayani berbagai rute perjalanan dari Jabodetabek menuju kota-kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Salatiga, Boyolali, Kartasura, Delanggu, Klaten, Prambanan, dan Yogyakarta.
Rute tersebut dilayani oleh armada bus yang umumnya berwarna kuning terang dari berbagai karoseri mulai dari Adi Putro Voyager SHD, Adi Putro Jetbus 2+ SHD, Tentrem Avante H8, dan Laksana HD Prime.
Baca tanpa iklan