Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Pasar Otomotif Diyakini Pulih Tahun Ini, Chery: 2026 Penuh Tantangan

Sepanjang 2025, penjualan ritel kendaraan roda empat hanya mencapai 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan realisasi penjualan ritel di 2024.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pasar Otomotif Diyakini Pulih Tahun Ini, Chery: 2026 Penuh Tantangan
Tribunnews.com/Lita Febriani
PROYEKSI PASAR OTOMOTIF - Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia Budi Darmawan Jantania di acara Test Drive Chery C5 CSH di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/1/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pasar otomotif nasional diyakini akan kembali pulih meski diakui masih menghadapi sejumlah tantangan seperti penurunan daya beli dan tren geopolitik global yang tak menentu.
  • Sepanjang 2025, penjualan ritel kendaraan roda empat hanya mencapai 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan realisasi penjualan ritel di 2024.

 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pasar otomotif nasional diyakini akan kembali pulih meski diakui masih menghadapi sejumlah tantangan di 2026 setelah mengalami penurunan penjualan selama dua tahun berturut-turut di 2024 dan 2025.

"Pasar tahun ini tentunya challenging. Tapi kita optimis banget, karena market-nya memang selama dua tahun berturut-turut mengalami penurunan ya. Tapi buat Indonesia sendiri mobil itu memang suatu kebutuhan primer sebenarnya," kata Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia Budi Darmawan Jantania di acara Test Drive Chery C5 CSH di Semarang, Rabu (28/1/2026).

Sepanjang 2025, penjualan ritel kendaraan roda empat hanya mencapai 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan realisasi penjualan ritel di 2024.

Penjualan di 2024 juga gagal menembus volume 1 juta unit karena melemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.

Budi menilai, keputusan membeli mobil baru bukan semata membeli barang konsumsi karena mobil sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, meskipun pasar saat ini sedang terkontraksi, permintaan diyakini hanya menunggu momentum untuk kembali tumbuh.

Toyota Waspadai Geopolitik dan Daya Beli 

Toyota juga mengakui, 2026 tahun yang masih akan diwarnai ketidakpastian karena kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Hal tersebut sangat berdampak pada performa berbagai industri, termasuk sektor otomotif.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto berpendapat, dinamika geopolitik global dan daya beli domestik masih menjadi tantangan utama industri otomotif pada 2026.

Ketidakpastian kebijakan tarif dan hubungan antarnegara dinilai akan memengaruhi kinerja ekspor, meski dalam jangka menengah tetap mengarah pada keseimbangan.

Baca juga: Tiket Masuk IIMS 2026 Dibanderol Rp50.000 Weekday dan Rp90.000 di Weeekend

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, sektor ekspor sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik global.

"Yang jelas kalau kita bicara ekspor itu terkait geopolitik. Jadi kita enggak tahu nih geopolitik sama tarif nanti ke depan akan seperti apa, tapi akan terjadi keseimbangan. Cuma selalu kalau kita menuju keseimbangan itu selalu ada gejolak dulu kan, faktor gejolak itu satu," ucap Nandi di acara bedah buku Tak Lekang Dimakan Waktu di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Di sisi pasar domestik, Nandi menyoroti pentingnya penguatan daya beli masyarakat. Ia menilai stimulus ekonomi menjadi kunci agar roda industri otomotif terus bergerak. 

"Kalau domestik tadi terkait daya beli yang paling penting. Kalau daya belinya makin kuat dengan cara stimulus tadi, ya ekonomi akan terus bergerak. Kalau bergerak otomatis (bagus)," tutur Nandi.

Baca juga: Go International, Mobil Karya Modifikator RI Unjuk Gigi di Osaka Auto Messe 2026

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas