Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Cara Merotasi Ban yang Benar Pada Mobil Berpenggerak Roda Depan dan Belakang

Merotasi ban secara berkala membuat usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Cara Merotasi Ban yang Benar Pada Mobil Berpenggerak Roda Depan dan Belakang
HO/IST/dok. MItsubishi Motors
AGAR MOBIL NYAMAN DIKENDARAI - Spooring dilakukan untuk memastikan roda sejajar dan sudutnya sesuai spesifikasi pabrikan, sementara, balancing tujuannya agar roda berputar seimbang dan tidak bergetar saat kecepatan tinggi.  

Ringkasan Berita:
  • Merotasi ban secara berkala membuat usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
  • Ban yang bertindak sebagai penggerak mobil biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir dan bahkan pengereman.
  • Spooring dilakukan untuk memastikan roda sejajar dan sudutnya sesuai spesifikasi pabrikan, sementara, balancing tujuannya agar roda berputar seimbang dan tidak bergetar saat kecepatan tinggi. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Karena faktor pemakaian, kondisi jalan, hingga beban muatan, tapak ban pada kendaraan bisa cepat aus, bahkan bisa lebih cepat dari seharusnya.

Hal itu menyebabkan ban secara berkala harus dirotasi. Hal itu berlaku untuk mobil berpenggerak roda depan atau front wheel drive (FWD) maupun mobil berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD). 

Selain dirotasi secara berkala, ban juga perlu dirawat dengan cara spooring dan balancing di bengkel.

Keputusan merotasi ban dengan memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala. bertujuan  agar keausan ban menjadi merata.

Manfaatnya, usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika rotasi tidak dilakukan, ban yang bertindak sebagai penggerak mobil biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir dan bahkan pengereman.

Akibatnya, kenyamanan dan keamanan berkendara bisa menurun.

Baca juga: Cek Kondisi Ban Mobil Usai Perjalanan Jauh atau Mudik ke Luar Kota, Lakukan Spooring dan Rotasi

Selain itu, gaya berkendara, permukaan jalan yang dilalui, dan pengaturan keselarasan sudut serta keseimbangan roda (spooring dan balancing) juga berpengaruh terhadap seberapa sering kita perlu merotasi posisi ban.

Anda disarankan untuk merotasi ban setiap 6 bulan atau 10 ribu.

Lantas bagaimana cara yang benar saat merotasi ban?

Mengutip situs MItsubishi Motors, pada mobil berpenggerak roda depan, kedua ban depan bertukar sisi (menyilang kiri ke kanan) namun pindah ke belakang. Ban belakang bertukar maju di sisi yang sama.

Sementara, pada mobil berpenggerak roda belakang, kedua ban belakang diletakkan ke sisi depan dengan menyilang. Ban depan pindah ke belakang dengan sisi yang sama.

Baca juga: Cuaca Panas, Biasakan Pantau Tabung Reservoir Radiator Mobil Anda

Untuk jenis mobil All Wheel Drive (AWD/4WD) atau mobil berpenggerak empat roda, kedua set ban bertukar sisi dan posisi. Ban depan bergerak mundur dan bertukar sisi, dan ban belakang bergerak maju dan beralih sisi.

Spooring dan Balancing

Kedua istilah ini tak hanya penting untuk membuat keausan ban merata, tetapi juga agak handling dan kenyamanan mobil tetap maksimal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas