3 Tips Sukses Weaning with Love, Metode Menyapih Anak yang Dipakai Dwi Handayani
Dwi Handayani membagikan proses menyapih anak dengan metode Weaning with Love. Yuk cari tahu apa itu Weaning with Love?
Apa saja? Mari simak ulasannya berikut!
Baca Juga: Catat! Ini 7 Makanan Terbaik Untuk Busui yang Bisa Jadi ASI Booster
1. Afirmasi perlu diberikan beberapa minggu sebelumnya
Agar anak paham bahwa sebentar lagi ia tidak akan bergantung lagi pada ASI, ibu perlu memberikan afirmasi positif pada beberapa minggu sebelumnya. Hal tersebut juga sama seperti apa yang dilakukan Dwi Handayani pada Freya.
Selain itu, afirmasi juga perlu berulang kali diberikan. Sebab dengan pengulangan afirmasi, anak diharapkan akan memahami bahwa dalam waktu dekat tidak akan memperoleh ASI lagi.
2. Pastikan anak tidak kehilangan ibu selama disapih
Ibu perlu memastikan bahwa anak tidak akan kehilangan sosok ibu ketika disapih. Hal ini perlu dilakukan berdua dengan suami, agar proses menyapih anak bisa berjalan lebih lancar.
Selain itu, kehadiran sosok ibu di sisi anak ini juga menunjukkan bahwa anak akan tetap disayangi meskipun sudah tidak lagi mendapatkan ASI.
3. Pegang kuat komitmen menyapih anak
Ibu perlu memegang kuat komitmen untuk menyapih anak. Saat anak meminta ASI, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain. Salah satunya seperti mengajaknya bermain.
Baca Juga: Tips Memompa ASI yang Benar untuk Ibu Baru Agar Tetap Merasa Nyaman
Saat menjelang tidur, aktivitas menyusu juga bisa diganti dengan membacakan buku dongeng atau bernyanyi. Intinya sebisa mungkin buat anak sibuk dengan hal-hal lain.
Kawan Puan, ada satu hal lagi nih yang perlu diperhatikan dalam proses Weaning with Love ini, yaitu hindari mengoleskan sesuatu seperti lipstik, brotowali atau obat merah ke puting agar anak berhenti menyusu.
Sebab hal tersebut justru bisa membuat anak menjadi takut dan trauma. (*)
Baca tanpa iklan