Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mengapa Korban Pelecehan Seksual Enggan Buka Suara? Ini Penyebabnya!

Korban pelecehan seksual cenderung enggan mengungkapkan masalah pelecehan seksual yang menimpa mereka. Ternyata ini penyebabnya!

Mengapa Korban Pelecehan Seksual Enggan Buka Suara? Ini Penyebabnya!
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-14 09:00:49 

Rasa malu adalah inti dari luka emosional yang dialami perempuan saat mereka dilecehkan secara seksual.

Seperti yang dinyatakan oleh pakar rasa malu, Gershen Kaufman dalam bukunya Shame: The Power of Caring, “Malu adalah reaksi alami saat adanya pelanggaran atau pelecehan.  Faktanya, pelecehan adalah sesuatu yang memalukan dan tidak manusiawi.”

Rasa malu ini seringkali membuat korban menyalahkan diri sendiri atas perbuatan seksual yang dilakukan pelakunya.

Rasa malu juga bisa membuat seseorang merasa terisolasi dan terpisah dari keramaian

Bahkan, dalam budaya primitif korban pelecehan seksual diusir dari suku ketika mereka melanggar aturan masyarakat.

Takut akan akibatnya

Ketakutan akan akibatnya menjadi hambatan besar yang dihadapi perempuan ketika harus melaporkan pelecehan atau penyerangan seksual yang mereka alami.

Saat melaporkan hal tersebut, mereka akan memiliki kekhawatiran seperti takut kehilangan pekerjaan, takut tidak akan menemukan pekerjaan lain, takut kehilangan kredibilitas, takut dikucilkan oleh masyarakat, dan bahkan mereka juga takut akan keselamatannya.

Bahkan, korban juga takut apabila mereka melaporkan kejadian yang mereka alami bukannya mendapat perlindungan dan penanganan tetapi mereka malah disangkal dan bahkan disalahkan.

Baca Juga: Alami Kekerasan Seksual, Masih Banyak Perempuan yang Memilih Bungkam

Halaman
1234
Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas