Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menurut Psikolog, Ini Cara agar Anak Tak Takut Cerita soal Pelecehan Seksual

Kawan Puan, menurut psikolog anak begini cara agar anak tidak takut bercerita soal pelecehan seksual yang dialaminya. Simak!

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menurut Psikolog, Ini Cara agar Anak Tak Takut Cerita soal Pelecehan Seksual
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-29 17:00:33 

Parapuan.co – Kawan Puan, salah satu kasus pelecehan seksual pada anak yang cukup miris adalah yang terjadi di Maluku Utara.

Melansir dari Kompas.com, korban yang berusia 16 tahun itu diperkosa oleh oknum polisi di dalam Polsek.

Kasus tersebut miris sekali ya, Kawan Puan!

Pasalnya aparat penegak hukum yang seharusnya memberikan perlindungan kepada masyarakat justru menjadi pelaku pelecehan seksual.

Baca Juga: Kenali Istilah Kekerasan Berbasis Gender Online, Tipe, dan Modusnya

Kasus tersebut lantas membuat orang tua seperti kita khawatir sekaligus bertanya-tanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bagaimana jika anak menjadi korban pelecehan seksual dan takut bercerita pada orang tua?

Seperti diketahui, anak sampai remaja kerap memendam masalahnya sendiri.

Terkait hal tersebut, PARAPUAN menghubungi psikolog anak Mira D. Amir pada Jumat (25/6/2021).

Mira mengatakan proses agar anak tidak takut bercerita soal pelecehan seksual yang dialami itu tidak bisa instan.

“Tidak bisa instan. Jadi (anak) usia berapa pun, ketika mendapatkan perlakuan seperti itu (dilecehkan) nggak cuma oleh orang asing tetapi juga banyak yang dilakukan oleh orang yang terdekat sekalipun,” jelas Mira.

Lebih lanjut Mira menjelaskan bahwa sebagai orang tua, sejak dini kita perlu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak sehingga anak bisa lebih terbuka.

Keterbukaan anak ini bisa dalam berbagai hal, terutama sesuatu yang menyangkut diri anak.

Mira juga menambahkan bahwa anak-anak korban pelecehan seksual yang enggan bercerita ke orang tua biasanya berasal dari keluarga yang sulit membuat anak percaya pada orang tua maupun anggota keluarga lain.

Sumber: Parapuan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas