Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Medali Olimpiade Tokyo Ternyata Terbuat dari Limbah Elektronik

Medali emas, perak dan perunggu yang dipersembahkan bagi atlet yang memenangkan pertandingan di Olimpiade Tokyo 2020 ternyata terbuat dari limbah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Medali Olimpiade Tokyo Ternyata Terbuat dari Limbah Elektronik
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-08-04 19:00:56 

Baca Juga: Jokowi Sebut Medali Emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Kado Dirgahayu Indonesia

Tapi bukan sembarang sampah. Medali-medali ini dibuat dari kumpulan limbah elektronik.

Ya, medali pada perhelatan olahraga akbar ini memang mengusung inovasi yang ramah lingkungan, khususnya di tahun ini.

Limbah elektronik dikumpulkan dari seluruh penjuru Jepang.

Dari situs resmi Olimpiade, diketahui bahwa pengumpulan limbah ini ternyata sudah dilakukan sejak 1 April 2017 hingga 31 Maret 2019.

Diperkirakan sekitar 78.985 ton telepon genggam bekas yang berhasil dikumpulkan oleh otoritas Jepang.

Bukan cuma itu, operator seluler Jepang, NTT Docomo juga ikut berpartisipas dalam mengumpulkan telepon genggam bekas di seluruh penjuru Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebanyak 6,21 juta HP bekas berhasil dikumpulkan oleh NTT Docomo.

Dari kumpulan limbah telepon genggam bekas itu, akhirnya terkumpul jumlah metal dengan total kurang lebih 32kg emas, 3.500kg perak, dan 2.200kg perunggu.

Tak disangka bukan?


Ternyata sampah-sampah elektronik tersebut bisa menghasilkan logam sebanyak itu!

Akan tetapi, proses konversi limbah elektronik menjadi sebuah medali kebanggaan para atlet dengan desain yang menawan ini tidak diperoleh dengan mudah.

Berdasarkan Undang-undang tentang Promosi Daur Ulang Limbah Kecil Peralatan Listrik dan Elektronik yang berlaku di Jepang, telepon genggam bekas yang disumbangkan oleh orang-orang di seluruh Jepang akan diklasifikasikan dan dibongkar oleh kontraktor terakreditasi.

Kemudian, kontaktor yang ditunjuk untuk melakukan peleburan akan mengekstraksi unsur emas, perak dan perunggu dari limbah-limbah yang terkumpul.

Setelahnya, barulah medali-medali tersebut dapat diproduksi.

Sumber: Parapuan
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas