Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Melihat Makna Keterbukaan dalam Keluarga Lewat Film Remaja 'Dua Garis Biru'

Film Dua Garis Biru dapat menjadi tontonan untuk merayakan Hari Remaja Internasional karena makna keterbukaan dalam keluarga yang disampaikannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Melihat Makna Keterbukaan dalam Keluarga Lewat Film Remaja 'Dua Garis Biru'
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-08-12 18:01:24 

Parapuan.co - Hari ini kita merayakan Hari Remaja Internasional atau International Youth Day yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus.

Keterbukaan antara anak dan orang tua mulai menghilang saat mereka menyentuh usia remaja.

Tak hanya itu, dalam film remaja Dua Garis Biru, Kawan Puan bisa melihat bagaimana pentingnya makna keterbukaan dalam sebuah kaluarga.

Pasalnya, masa remaja merupakan waktu anak-anak melihat dunia nyata, menemukan arti kedewasaan, dan menjalin koneksi dengan orang lain.

Masa transisi ini juga disebut sebagai waktu anak-anak mulai membangun tembok batasan antara diri mereka sendiri dan keluarga.

Baca Juga: Hari Remaja Internasional Dirayakan Tiap 12 Agustus, Begini Awal Mulanya

Rekomendasi Untuk Anda

Gambaran mengenai fenomena tersebut dapat kita saksikan dalam film Dua Garis Biru (2019) karya sutradara dan penulis, Gina S. Noer.

Film yang kini tayang di Netflix ini menceritakan Dara (Adhisty Zara) dan Bima (Angga Yunanda), yang merasakan gejolak asmara di masa muda dan akhirnya melanggar batas hubungan remaja.

Film ini juga dibintangi dengan apik oleh Lulu Tobing dan Dwi Sasono sebagai orang tua dari Dara, serta Cut Mini dan Arswendi Nasution sebagai orang tua dari Bima.

Dara adalah remaja yang berasal dari keluarga menengah ke atas dengan orang tua yang cukup progresif tapi tidak banyak waktu yang mereka habiskan bersama dengan anak-anaknya.

Bima adalah remaja yang berasal dari keluarga menengah ke bawah dengan orang tua yang bekerja dari rumah tapi cukup konservatif.


Walaupun memiliki latar belakang berbeda, tetappi ada satu persamaan keluarga dua karakter ini yaitu kurangnya keterbukaan antara anak remaja dan orang tua.

Pada usia remaja, anak menemukan banyak hal baru, maka mereka butuh pendampingan dari orang tua sebagai wadah penyaring informasi.

Sayangnya, keluarga Dara dan Bima tidak pernah meluangkan waktu untuk sama-sama terbuka terkait kehidupan anaknya di masa remaja.

Sumber: Parapuan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas