Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Benarkah Deodoran Bisa Sebabkan Kanker Payudara? Begini Menurut Penelitian

Dari isu yang beredar, penggunaan deodoran disebut bisa memicu kanker payudara. Bagaimana faktanya? Begini menurut studi!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Benarkah Deodoran Bisa Sebabkan Kanker Payudara? Begini Menurut Penelitian
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-08-16 04:01:48 

Salah satu studi pada tahun 2003 mengaitkan kebiasaan mencukur bulu ketiak dan penggunaan deodoran yang mengandung alumunium dengan risiko terjangkit kanker payudara.

Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu Gejala Awal Kanker Payudara, Penting Deteksi Dini

Studi ini dan beberapa studi lainnya lah yang berkontribusi terhadap maraknya isu tak menyenangkan soal deodoran ini.

Disebutkan bahwa kandungan alumunium memiliki pengaruh pada kadar hormon estrogen pada tubuh.

Estrogen ini lah yang dianggap sebagai biang kerok yang memicu pertumbuhan dan perkembangan sel kanker payudara.

Disebutkan pula jika tubuh akan menyerap kandungan alumunium dari penggunaan deodoran secara terus-menerus.


Tapi jangan panik dulu.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari studi lainnya, nyatanya kandungan alumunium dari antiperspiran yang diserap oleh kulit jumlahnya sangat sedikit.

Alumunium yang terserap hanya sekitar 0.012%, angka ini lebih kecil dibandingkan dengan kandungan alumunium yang dapat diserap tubuh dari makanan.

Karenanya, penggunaan deodoran antiperspiran ini tak berpengaruh signifikan pada penumpukan alumunium dalam tubuh.

NIH National Cancer Institute pun menyebutkan jika belum ada penelitian terkini yang benar-benar membuktikan aluminium berkontribusi pada peningkatan risiko kanker payudara.

Baca Juga: Sambut Hari Kanker Paru-Paru Sedunia, Kenali Faktor Risikonya

Tak hanya alumunium, kandungan paraben yang digunakan sebagai bahan pengawet pada beberapa produk deo juga dituduh berkaitan dengan tumor payudara.

Namun, lagi-lagi NIH National Cancer Institute meyakinkan bahwa tak ada bukti yang cukup untuk menyebutkan paraben sebagai pemicu tumor atau kanker payudara.

Fakta ini menandakan jika tuduhan yang disematkan pada deodoran antiperspiran tersebut belum dapat dibuktikan.

Karenanya, penggunaan deodoran antiperspiran yang mengandung alumunium dan paraben hingga saat ini masih dinilai aman.

(*)

 
Sumber: Parapuan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas