Kata Pakar soal Mengonsumsi Madu selama Hamil, Apakah Boleh?
Madu dipercaya bisa menambah stamina serta menambah daya tahan tubuh. Namun bolehkah mengonsumsi madu selama hamil?
“Anak-anak di atas usia 1 tahun dan orang dewasa yang sehat, termasuk perempuan hamil, dapat dengan aman mengonsumsi madu karena sistem kekebalan tubuh mereka melindungi dari bakteri apa pun yang mungkin terkandung dalam madu,” kata Sandy Procter, PhD, seorang profesor nutrisi di Kansas State University.
Tapi, apakah aman untuk bayi di dalam kandungan?
Tenang saja, madu juga aman untuk bayi di dalam kandungan, Kawan Puan.
Botulisme pada orang tua hamil juga tidak terkait dengan masalah kehamilan atau cacat lahir.
Sesuatu dalam sistem yang membahayakan janin itu harus masuk melalui plasenta.
Toksin botulinum memiliki berat molekul tinggi, yang membuatnya tidak mungkin melewati plasenta dan mencapai bayi di dalam kandungan.
Itu berarti, bahkan jika kamu mengonsumsi madu dengan spora botulisme, bayi dalam kandunganmu akan tetap terlindungi.
Baca Juga: Awas, Ternyata Kucing Dapat Membawa Parasit Berbahaya bagi Ibu Hamil
Namun, begitu bayimu lahir dan tidak lagi terlindungi di dalam rahim, mereka rentan terhadap bakteri tersebut, setidaknya untuk sementara waktu.
"Madu menjadi perhatian bagi bayi baru lahir karena sistem kekebalan mereka yang belum berkembang. Mereka tidak mampu melawan spora botulisme yang terkadang ada dalam madu," kata Sandy.
Ingat, jauhkan madu dari jangkauan bayi kamu sampai ulang tahun pertama mereka.
Meski begitu, kesimpulan yang dapat diambil ialah madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan bayi di dalam kandungan ya, Kawan Puan.
Akan tetapi, hindari memberikan madu pada bayi baru lahir hingga berusia satu tahun untuk menghindari potensi bakteri yang membahayakan, ya! (*)