Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Performative Workaholism, Kebiasaan Pamer Kesibukan Bekerja

Performartive culture rupanya menjadi gaya hidup yang tidak sehat, lho. Lalu, apa itu peformative culture?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tentry Yudvi
Editor: Deden saeful Ramdhani
zoom-in Mengenal Performative Workaholism, Kebiasaan Pamer Kesibukan Bekerja
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-11-24 23:01:04 

Burnout ini sering dilanda oleh si pencita kerja sehingga mereka pun bisa membahayakan kesehatan dirinya, bahkan psikologi dirinya sendiri.

Menurut penulis It Doens't Have to Be Crazy at Work, David Heinemeier Hansson and Jason Fried, bekerja dengan jangka waktu yang lama bisa membuat kreativitas justru tidak muncul.

Tak hanya itu, performative culture ini juga akan membuat produktivitas justru tidak meningkat. 

Rentan Terkena Eksploitasi

Kawan Puan, melansir New York Times, hustle culture dan perfomartive workaholism justru membuat kita jadi rentan mengalami ekploitasi.

Menurut David, bekerja berlebih akhirnya tidak membuat kita pun jadi kaya, justru kita membantu sekelompok elit untuk meraih kekayaan. "Ini sangat suram dan mudah dieksplotasi," jelasnya.

Sayangnya, budaya ini bermula dari industri teknologi, di mana ketika Google terbiasa memberikan makanan, pijat, bahkan dokter untuk pekerja. 

Rekomendasi Untuk Anda

Tunjangan itu dimaksudkan untuk membantu perusahaan menarik bakat terbaik dan membuat karyawan tetap berada di meja mereka lebih lama.

Baca Juga: Cerita Raden Sasnatya Soal Menariknya Bekerja Sebagai Interpreter

Dan, tentunya gaya hidup ini tidak sehat.

Bahkan, melansir Kompas.com, hustle culture bisa menyebakan seseorang tidak sehat hingga berujung kematian.

"Tren hustle culture ini hampir dialami oleh sebagian besar pekerja di berbagai perusahaan, terutama kalangan fresh graduate.

Tuntutan kebutuhan hidup yang banyak mengharuskan mereka bekerja lebih keras supaya mendapatkan penghasilan besar meskipun mengesampingkan kesehatan diri sendiri," ujar Graheta Rara Purwasono, M.Psi, seperti dikutip Kompas.com dari keterangan tertulis.

Waduh, semoga kita bisa menyeimbangkan hidup ya!(*)

Sumber: Parapuan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas