Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suka Rebahan dan Sering Kesemutan? Wapadai Bisa Jadi Kena Penyakit Ini

Suka rebahan dan sering kesemutan? Waspada bisa jadi kamu kena penyakit neuropati. Ini penjelasan dokter.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Maharani Kusuma Daruwati
zoom-in Suka Rebahan dan Sering Kesemutan? Wapadai Bisa Jadi Kena Penyakit Ini
Bahaya rebahan, bisa sebabkan neuropati 

Parapuan.co - Rebahan memang nampak jadi kegiatan yang menyenangkan ya, Kawan Puan.

Bahkan kini banyak muncul sebutan "kaum rebahan", di mana banyak anak muda yang suka rebahan tanpa melakukan apa-apa.

Apakah kamu termasuk dalam kaum tersebut? Jika iya, nampaknya, mulai sekarang kamu harus lebih waspada nih.

Apalagi kalau kamu juga sering merasakan kesemutan.

Jika rasa kesemutan yang tak kunjung hilang atau sering datang tanpa sebab, itu bisa jadi tanda adanya neuropati.

Neuropati merupakan kerusakan atau disfungsi satu atau lebih saraf yang biasanya mengakibatkan mati rasa, kesemutan, kelemahan otot dan nyeri di daerah yang terkena.

Rekomendasi Untuk Anda

Neuropati sering dimulai di tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuh juga dapat terpengaruh.

Mengutip dari PARAPUAN, neuropati, sering disebut neuropati perifer, menunjukkan masalah dalam sistem saraf perifer.

Sistem saraf tepi adalah jaringan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Gangguan Spektrum Autisme dan Berbagai Jenisnya

Otak dan sumsum tulang belakang Anda membentuk sistem saraf pusat.

Dalam rangka memperingati Neuropathy Awareness Week 2022, P&G Health didukung oleh Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) memperkenalkan kampanye 'Feel Life' yang terdiri dari rangkaian program termasuk simposium medis profesional kesehatan, edukasi publik dan kampanye media sosial, serta pemeriksaan gejala neuropati gratis melalui roadshow Neuropati Check Point (NCP).

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Ditjen Kesmas), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Imran Agus Nurali, SpKO., mengungkapkan kurangnya aktivitas fisik masyarakat Indonesia.

Sumber: Parapuan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas