Ketahanan hingga Aroma, Ini Perbedaan Eau de Parfum dan Eau de Toilette
Banyak orang mengira yang namanya parfum sama saja. Padahal Eau de parfum dan Eau de toilette punya perbedaan tersendiri. Kenali perbedaan ini.
Penulis:
Citra Narada Putri
Karena Eau de parfum lebih terkonsentrasi daripada Eau de toilette, maka jenis wewangian tersebut juga akan menghasilkan wewangian yang lebih tahan lama dan aromatik.
Jika Eau de toilette bisa bertahan sekitar 3 hingga 5 jam, Eau de parfum bisa tetap tercium aromanya selama 5 hingga 8 jam.
Sementara dari segi umur simpan, EDP juga bisa bertahan hingga 5 tahun lebih lama dibandingkan EDT.
Hal ini dikarenakan Eau de toilette mempunyai persentase minyak wangi yang rendah, namun mengandung lebih banyak alkohol, dan akibatnya aroma menguap dari kulit lebih cepat.
Sementara Eau de parfum memiliki persentase minyak wangi yang tinggi dan sedikit alkohol, yang berarti akan meninggalkan aroma yang lebih kuat.
Baca Juga: Harum dan Mudah, Ini Resep untuk Membuat Parfum Rambut Sendiri
Perbedaan Aroma
Banyak orang mengira EDP dan EDT memiliki aroma yang sama, padahal menurut Pia Long, sangat tergantung dari brandnya.
"Dalam merek parfum klasik, misalnya, seringkali aromanya tidak sama; keduanya memiliki tema sentral yang sama, tetapi proporsi top notes, middle, dan base mungkin seimbang secara berbeda," katanya.
Ditambahkan juga olehnya bahwa terkadang brand akan menambahkan notes atau sentuhan yang berbeda untuk kedua jenis wewangian tersebut, untuk memberikan pembeda.
Sementara menurut Mary Wallace, direktur penjualan dan pemasaran di D.S. & DURGA, seringkali EDT terasa lebih ringan dan segar, sementara EDP lebih kaya aromanya dan tahan lama.
“Untuk dipakai siang hari atau ke kantor, Eau de toilette mungkin lebih nyaman dan sesuai, sedangkan Eau de parfum menawarkan aroma yang lebih mendalam, yang bisa menyenangkan dipakai untuk malam hari," kata Wallace.
Ia juga mengingatkan, pilihan jenis wewangian juga perlu mempertimbangkan suhu atau cuaca di hari atau momen saat akan dipakai.
"Dalam iklim lembap dan panas, Eau de toilette yang renyah mungkin lebih disukai, sementara di cuaca yang lebih dingin (saat hujan), Eau de parfum mungkin menawarkan lebih banyak kehangatan dan kedalaman," tambahnya lagi.
Kalau Kawan Puan, lebih suka pakai Eau de parfum atau Eau de toilette?
(*)
Baca Juga: Bosan dengan Parfum Biasa? Campurkan 2 Wewangian untuk Aroma Istimewa
Baca tanpa iklan