Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Effendi Ghazali Minta Publik Tidak Remehkan Rhoma Irama

Effendi Ghazali menilai positif cara yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mencari calon presiden

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Effendi Ghazali Minta Publik Tidak Remehkan Rhoma Irama
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Mantan Ketua MK Mahfud MD, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Pendandut Rhoma Irama (kiri ke kanan) sebagai pembicara Seminar Nasional Menciptakan Lembaga Kepresidenan yang efektif dan efisien untuk Kesejateraan Rakyat yang di adakan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB MPR RI), di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin(2/12/2103) (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komite Konvensi Demokrat, Effendi Ghazali menilai positif cara yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mencari calon presiden (capres).

Seperti diketahui, partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu masih mendukung tiga calon yaitu Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Rhoma Irama untuk diusung di Pemilu 2014.

"Itu konvensi namanya, konvensi yang tidak formal atau informal. Jadi dia biarkan semua pihak mendapatkan keuntungan," kata Effendi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Effendi mengatakan, PKB mendapat keuntungan dari tokoh yang nanti maju sebagai calon presiden PKB. Sedangkan tokoh yang maju dapat keuntungan. "Kan belum tentu ada partai yang mau. Sekarang ada partai yang mau mengizinkan. Dua-duanya untung," ujarnya.

Mengenai Rhoma Irama, pakar komunikasi politik itu meminta publik jangan berpandangan negatif. Bahkan Rhoma menyimpan kekuatan. "Rhoma jangan anggap enteng lho pendukungnya masih banyak. Itu kan bagus," kata Effendi.

Ia mengatakan saat ini elektabilitas PKB mulai naik sehingga berdampak positif terhadap psikologis bagi kader partai. "Karena orang tidak bisa tahu ini sumbangan suara dari Rhoma atau Pak Mahfud atau JK," imbuhnya.

Selain itu, kata Effendi, PKB juga menunjukkan adanya perbedaan dari ketiga tokoh itu. "Kalau itu memang secara tidak langsung ketiganya berbeda. JK wapres, Pak Mahfud mantan Ketua MK dan Rhoma sendiri penyanyi," ujar Effendi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas