Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tjipta Lesmana: Terlalu Sadis Sindiran Prabowo

Pengamat politik Tjipta Lesmana menilai sindiran yang dilontarkan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat tak rasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Tjipta Lesmana:  Terlalu Sadis Sindiran Prabowo
NET
Tjipta Lesmana 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Tjipta Lesmana menilai sindiran yang dilontarkan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat tak rasional.

 Sindiran yang dimaksud Tjipta adalah saat Prabowo mengatakan ada calon presiden boneka yang ditengarai ditujukan untuk bakal capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi.

"Terlalu sadis sindiran Prabowo ini," kata Tjipta, dalam sebuah diskusi politik, di Jakarta, Sabtu (29/3/2014).

Tjipta menuturkan, Jokowi ditunjuk sebagai bakal capres oleh PDI-P setelah Ketua Umum partai tersebut, Megawati Soekarnoputri, melakukan kajian yang dalam dan panjang.

Di tengah prosesnya, terjadi juga pergulatan dan konflik di internal PDI-P mengenai figur yang akan diudung sebagai capres.

"Ada yang dukung, ada yang nentang, karena Jokowi ibarat anak kos, belum dua tahun masuk di PDI-P," ujarnya.

Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan itu melanjutkan, saat deklarasi dilakukan, Megawati juga melakukannya dengan cara yang dramatis.

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui selembar kertas, dia mencatatkan mandatnya agar dijalankan sepenuhnya oleh Jokowi dan seluruh mesin partainya harus mendukung keputusan tersebut.

Setelah deklarasi itulah, kata Tjipta, kemudian muncul anggapan bahwa Jokowi hanya akan dijadikan boneka oleh Megawati. Suasana semakin memanas karena di saat bersamaan Prabowo merasa dikhianati oleh Megawati lantaran tak mengingkari perjanjian Batutulis.

"Prabowo ini gusar, menganggap Mega sebagai pengkhianat. Saya bilang, prabowo stop menghantam. Kampanye itu menanamkan attitude di otak rakyat. Jangan hantam sana-sini karena itu enggak akan efektif," tandasnya.

Seperti diberitakan, bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kampanyenya berkali-kali menyebut kata "boneka" yang dinilai banyak pihak sebagai sindiran terhadap Jokowi.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Tjahjo Kumolo meminta seluruh kuru kampanye tak terpancing.

Ia tegaskan, semua pihak berhak menyindir, dan PDI-P baru akan memberikan tanggapan serius ketika sindiran itu secara jelas menyebut nama PDI-P atau bakal capresnya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas