33 Ketua Partai di Sulsel Gagal ke Parlemen
Tahapan rekapitulasi hasil suara pemilu legislatif 2014 di Sulsel, memasuki fase keenam dari tujuh fase.
Editor:
Hendra Gunawan
Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Ketua DPD PDIP Sulsel (HZB Palaguna), Ketua DPD Gerindra (Latinro Latunrung), dan Ketua DPD Partai Demokrat (Ilham Arief Sirajuddin), tidak menjadi caleg.
Di level kota, Ketua DPC Partai Gerindra, Nadham Yusuf juga tak macalleg, seperti halnya enam Ketua DPD Partai Nasdem; Kamal Yusuf (Luwu), A Hendra Pabenangi (Soppeng), Naharuddin (Maros), Sofyan Hamid (Pangkep), A Nataluddin (Parepare), dan Kamaluddin Jaya (Bulukumba).
Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel bakal evaluasi kader dan calon legislatornya usai pemilu. Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi menilai, pihaknya tentu akan mengevaluasi hasil kinerja caleg dan kinerja kadernya namun, tidak sampai pada pembahasan pergantian maupun pertukaran jabatan dalam struktur partai.
"Kandasnya sejumlah Ketua DPD PAN harus dilihat dalam kerangka pranata demokrasi yang berlaku. Kita menganut sistim proporsional terbuka. Tidak ada keistimewaan yang dimiliki ketua partai," jelas Kahfi, Selasa (22/4/2014).
Sementara itu, Ketua DPD PAN Makassar, Busrah Abdullah menilai pemilu tahun ini merupakan pemilu yang berbeda "Saya rasa itu perlu. Kita harus berbenah lagi supaya pergerakan partai tidak stagnan," kata Busrah.
Busrah juga mengutarakan pendapatnya soal pemilu tahun ini yang hanya akan menghasilkan wakil rakyat yang tidak berbobot karena lolos dari pemilu yang juga tidak berbobot.
Kegagalan ketua DPC partai juga melanda Gerindra Sulsel. Mereka pun terancam digantikan karena dinilai tidak layak menjadi "tulang punggung" partai. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Gerindra Sulsel, Rifai Mappeaty, Selasa (22/4).
"Nanti setelah pemilu kita evaluasi kader. Banyak yang tidak bekerja maksimal," kata Rifai kepada Tribun saat bersama Ketua DPC Gerindra Takalar, Indar Jaya di Warkop Sija, Makassar.
Ketua DPW Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung juga sependapat dengan itu. "Kita harus perbaiki kekurangan agar langkah jelas arahnya. Adapun soal pergantian nanti kita lihat apakah itu perlu apa tidak," tutur La Tinro via telepon.
Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Indonesia Sulsel juga bakal mengevaluasi seluruh kader dan calegnya setelah pemilu.
Evaluasi itu bukan bagi kader yang gagal meraih kursi tapi untuk kader yang ketahuan bekerjasama dengan caleg partai lain dan caleg dengan perolehan suara melebihi perolehan caleg DPR RI. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona kepada Tribun, Selasa (22/4).
"Kader dan caleg yang kerja sama dengan caleg partai lain dalam pemilu ini akan kita evaluasi, kalau perlu kita pecat," kata Ansyari yang ditemui di Hotel Clarion bersama Bendahara PDIP Sulsel Ridwan Wittiri, Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Piter Goni dan Ketua Bappilu Sulsel Ikbal Arigin.
Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Piter Goni dan Ridwan Wittiri sepakat peningkatan perolehan partainya tahun ini. "Kita mau menghadapi Pilpres jadi harus berbenah. Kalaupun ada yang dianggap perlu perubahan tentu akan kita ubah, " tutur Rudy.
Soal kegagalan sejumlah ketua DPC PDIP kabupaten/kota, Rudi Pieter Goni, tak bersedia berkomentar banyak. Termasuk membicarakan kegagalan Ketua DPC PDIP Makassar Bahar Mahmud melenggang kembali ke parlemen.(cr10/ham/yud/edi/ziz/won)
Baca tanpa iklan