Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Calon Presiden 2014

JK Tawarkan Rp 1 M Bagi Siapa pun yang Bisa Buktikan Dirinya Korupsi

Cawapres, Jusuf Kalla (JK), mengaku sudah sering mendengar kabar miring tentang kebijakannya di pemerintahan yang menguntungkan perusahaannya

JK Tawarkan Rp 1 M Bagi Siapa pun yang Bisa Buktikan Dirinya Korupsi
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Cawapres Jusuf Kalla (ketiga kiri) berjabat tangan dengan mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi (kedua kiri) usai melaksanakan shalat Jumat di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/5/2014). Kunjungan Jusuf Kalla tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus meminta restu kepada Pimpinan Ponpes Al-Hikam Hasyim Muzadi untuk maju dalam Plipres mendatang. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres), Jusuf Kalla (JK), mengaku sudah sering mendengar kabar miring tentang kebijakannya di pemerintahan yang menguntungkan perusahaannya. Tuduhan korupsi itu ia dapatkan sejak menjabat sebagai Menkokesra, hingga menjawab Wakil Presiden pada 2004 -2009.

Dalam pemaparannya dihadapan relawannya di Jenggala Centre, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2014), salah satu pemilik Kalla Group itu mengatakan bahwa ia tidak bisa melayani satu per satu tuduhan itu. Oleh karena itu dalam pemilu presiden (pilpres) 2014 ini ia menantang siapapun yang bisa membuktikan dirinya pernah korupsi.

"Kalau ada satu pun orang bisa membawa bukti, saya JK selama aktif di pemerintahan mengambil kebijakan yang menguntungkan perusahaan keluarga saya, saya kasih satu miliar rupiah," katanya.

JK mempersilahkan siapapun yang punya bukti untuk melaporkan ke pihak yang berwenang. Namun jika tuduhan tersebut tidak terbukti, ia meminta pihak yang menuduh membayar uang Rp 100 juta.

"Tapi kalau dia tidak bisa buktikan, dia musti bayar saya satu persen saja, kalau salah bayar saya 100 juta," ujar JK.

Ia mengingatkan relawannya menjelang pilpres akan banyak isu-isu miring yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia pun meminta relawannya mengklarifikasi isu-isu tersebut dengan santun.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengaku yakin rekam jejak dirinya dan Jokowi cukup bersih, sehingga mampu memenangkan hati rakyat untuk dipilih pada pilpres 2014.
"Saya yakin menang, kalau tidak yakin ngapain maju," tandasnya.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas