Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●

Tabloid Jokowi Capres Boneka Juga Mengharu Biru Pesantren

Isi tabloid tersebut, lanjutnya, tidak memuat satu pun berita positif mengenai Jokowi.

Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Tabloid Jokowi Capres Boneka Juga Mengharu Biru Pesantren
Kompas.com
Koran Obor Rakyat berisi tentang pembusukan Capres Jokowi banyak disebar di masjid-masjid di Kabupaten Pamekasan. 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Tak hanya di Kabupaten Pamekasan, tabloid yang berisi pemberitaan miring tentang calon presiden Joko Widodo juga beredar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tabloid-tabloid tersebut beredar di sejumlah pondok pesantren.

“Saya kemarin sowan ke rumah Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyidin Abdusshomad, dan disana ada tabloid bernama 'Obor Rakyat' yang isinya menyudutkan Pak Jokowi. Sama seperti yang ditemukan di Pamekasan,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember, Ayub Junaidi, Rabu (28/5/2014).

Isi tabloid tersebut, lanjutnya, tidak memuat satu pun berita positif mengenai Jokowi.

“Pokoke isine Pak Jokowi elek kabeh. Seng capres boneka, non muslimlah (Pokoknya isinya tentang berita negatif tentang Pak Jokowi. Yang capres boneka dan non-muslim). Saya yakin ini kampanye hitam kepada Pak Jokowi, tapi saya yakin masyarakat sudah cerdas semua,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Rais Syuriah PCNU Jember, Muhyidin Abdussomad, membenarkan telah menerima tabloid tersebut.

“Iya kemarin ada di depan rumah, gak tahu sekarang sudah dimana. Habis saya baca, saya letakkan begitu saja. Karena isinya sama sekali tidak memberikan pendidikan politik yang santun kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain di rumahnya, menurut Muhyidin, tabloid itu juga beredar di kediaman KH Imam Haramain, salah satu jajaran Rais Syuriah PCNU Jember.

“Saya tadi telepon ke beliau, katanya juga menerima tabloid tersebut, tetapi tidak tahu siapa pengirimnya. Jumlahnya ratusan eksemplar, dan ditemukan oleh santrinya di depan pintu pesantren,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam ini.

Saat ini, masyarakat sudah cerdas dan bisa menentukan pilihannya pada pemilu presiden mendatang.

“Di era seperti sekarang ini, seluruh masyarakat bisa mengakses informasi dari mana saja. Jadi saya pikir, tabloid itu tidak akan berpengaruh terhadap pilihan masyarakat,” imbuh Muhyidin.(Ahmad Winarno)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas