Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kritik Volunterisme Dinilai Bukti Pius Terbiasa Politik Transaksional

Menurut Ari, tak bisa ditolak lagi bahwa ada ketidakmampuan Pius yang mendukung Prabowo-Hatta untuk menggerakan volunterisme warga itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kritik Volunterisme Dinilai Bukti Pius Terbiasa Politik Transaksional
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Deklarasi tujuh relawan pendukung calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusul Kalla yang langsung dipimpin oleh Ketua Pemenangan, Surya Paloh di Kepri Mall, Batam, Rabu (19/6/2014). TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO 

“Itulah yang menjelaskan kemunculan relawan yang mau terlibat tanpa mobilisasi."

Sebelumnya, satu video berjudul "Harry van Yogya" diunggah oleh akun "Jakartanicus" ke YouTube, menggambarkan Harry dan Abuanto, menggenjot becak dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Start dari titik nol kilometer Yogyakarta pada 13 Juni, keduanya mengayuh becak masing-masing ke Jakarta sebagai bentuk dukungan untuk Jokowi-JK.

Di video itu, Pius mengeluarkan pernyataan dan menanggapinya.
"Masyarakat sudah tidak mau keluar uang, yang ada adalah transaksi. Wani piro.

Jika Anda ingin menggerakkan mesin, Anda harus punya oli, Anda harus punya bensin.

Saya tidak percaya adanya volunterisme." "Apa istimewanya? Banyak orang cari sensasi sepanjang republik ini berdiri. Berjalan kaki, berjalan mundur, sama saja. Enggak ada istimewa," kata Pius lagi.

"Dia menikmati, dia memang tukang becak. Jangan-jangan dengan begitu penghasilannya justru lebih banyak daripada genjot becak biasa," kata anggota DPR asal Fraksi Partai Gerindra itu.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas