Tribun

Calon Presiden 2014

Pramono Edhie Minta KPU Terus Perbaiki Pelaksanaan Pemilu

Adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo meminta penyelenggara pemilu untuk mengevaluasi diri

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Pramono Edhie Minta KPU Terus Perbaiki Pelaksanaan Pemilu
Tribunnews.com/srihandriatmo malau
Jenderal Purn Pramono Edhie Wibowo saat memasukkan kartu suara usai mencoblos, Rabu (9/7/2014) 

Tribunnews.com, BOGOR-- Adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo meminta penyelenggara pemilu untuk mengevaluasi diri terhadap setiap kali peleksanaan Pemilu.

Hal itu dikatakan Pramono, menanggapi adanya kekurangan surat suara di TPS 006, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang juga menjadi tempat Presiden SBY dan keluarga mencoblos pada Rabu (9/7/2014).

Menurut dia, jika terdapat kekurangan surat suara, maka partisipasi masyarakat pada pemilu presiden akan berkurang.

"Mungkin ini salah perhitungan. Tapi ya tidak perlu saling menyalahkan. Pelaksanaannya mungkin yang harus terus dievaluasi," ujarnya menanggapi.

Akan tetapi, Pramono bangga dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk ikut dalam Pilpres tahun ini.

"Yang senang saya, partisipasi masyarakat untuk memilih luar biasa meningkat banyak. Indonesia semakin dewasa menjalankan demokrasi," tuturnya.

Untuk diketahui, terdapat kekurangan surat suara di TPS 006, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tempat Presiden SBY dan keluarga akan memberikan hak suara pada pemilihan presiden 2014 di TPS 006, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7/2014).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Tribunnews.com, dari Ketua kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), A Taufik, jumlah daftar pemilih tetap dan daftar pemilih khusus (DPT dan DPK) Pilpres di TPS 006 sebanyak 386. Terdiri dari 377 DPT ditambah 9 DPK.

Tapi, jelas dia, surat suara yang diterima KPPS hanya 385 surat suara. Artinya terdapat kekurangan satu surat suara. Belum lagi, ditambah tidak adanya surat suara tambahan sebanyak 2 persen dari DPT.

"Tadi kita hitung, kita hanya terima 385 surat suara. Aturannya kita terimanya 386. Jadi ada kurang satu surat suara. Itu belum lagi 2 persen surat suara tambahan," ungkapnya di TPS 006, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7/2014).

Sejauh ini, kata dia, pihaknya terus berusaha menghubungi pihak petugas di desa. Namun, hingga kini pihak KPPS masih belum bisa mengontak petugas desa untuk mengkonfirmasi kekurangan surat suara tersebut.

"Kita sudah telepon-telepon dari tadi. Tapi belum diangkat. Jadi ada kekurangan 1 surat suara plus 2 persen dari DPT sebanyak 377 itu sekitar 8 surat suara. Jadi jumlah kekuarangan ada 9 surat suara," jelasnya.

Meskipun mengalami kekurangan jumlah surat suara, Petugas KPPS tetap memulai proses pencoblosan sekitar pukul 07.50 WIB.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas