Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pertemuan Akbar Tandjung dengan JK Diwarnai Guyonan dan Saling Sindir

Dalam sambutannya, JK mengatakan sebagian besar kesuksesan karirnya di dunia politik adalah karena profesionalIitas, bukan karena partai politik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pertemuan Akbar Tandjung dengan JK Diwarnai Guyonan dan Saling Sindir
Tribunnews/Herudin
Pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) bersama Ketua Umum PKPI, Sutiyoso, dan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto mengacungkan salam dua jari usai memberikan keterangan pers di kediaman Megawati, di Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014). Pasangan Jokowi-JK beserta petinggi partai politik pendukung menanggapi hasil hitung cepat atau quick count yang menyatakan mereka mengungguli pasangan Prabowo-Hatta. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

"Karena hati kecil saya sebagai keluarga besar KAHMI, rasanya kalau tidak datang saya merasakan ada sesuatu," kata penasehat majelis KAHMI ini.

Dalam penyampainnya, Akbar sedikit menyindir pernyataan JK soal menjadi capres dua kali adalah sangat melelahkan. Para Jama'ah yang mendengarkan pun langsung tertawa.

"Pak JK tanya ke saya, apakah pak Akbar tidak capek-capek. Ya capek, tapi lebih capek lagi, Pak JK pernah jadi capres, dan sekarang mau jadi capres lagi, emang enggak capek. Bukannya itu lebih capek," kata Akbar.

Di ujung sambutan, Akbar juga menyampaikan mohon maaf, karena Idul Fitri sudah tinggal beberapa hari lagi. Suasana pun menjadi meriah dengan tertawanya para anggota KAHMI.

"Mohon maaf, karena besok Idul Fitri, jadi nanti kita maaf-maafkan," ucapnya.

Menariknya, saat itu juga JK kembali berdiri mengklarifikasikan pernyataan dari Akbar. "Ini sama dengan debat, harus diklarifikasi," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kalau yang meminta dirinya dulu untuk menjadi menteri adalah karena almarhum Gus Dur, bukan partai atau karena Akbar Tanjung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang minta mengusulkan saya Gus Dur, bukan Pak Akbar. Jadi Pak Gus Dur yang minta bukan dari partai. Saya memang profesional pada waktu itu," ujar JK.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas