Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PAN Punya Beban Luar Biasa Gabung Koalisi Jokowi-JK

Partai Amanat Nasional (PAN) diprediksi akan sulit bergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PAN Punya Beban Luar Biasa Gabung Koalisi Jokowi-JK
Tribunnews/JEPRIMA
Capres Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Cawapres Hatta Rajasa (kanan) dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie (kiri) disela upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Lapangan Nusantara Polo Club, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (17/8/2014). Upacara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan perwakilan parpol koalisi meraah putih.(Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) diprediksi akan sulit bergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Itu disebabkan karena ketua umum PAN, Hatta Rajasa, adalah rival dari Jokowi-JK sebagai calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.

"PAN punya beban luar biasa karena Cawapresnya dari PAN. Kecuali Pak Hatta Rajasa diganti," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/8/2014).

Siti menilai elite-elite PAN sebenarnya ada yang ingin bergabung dalam pemerintahan Jokowi-JK. Hanya saja, jumlahnya tidak banyak.

"Memang kepengen. Saya melihat hanya elite-elite tertentu tapi tidak mayoritas," kata Siti.

Siti memprediksi, tiga partai dari koalisi merah putih akan bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-JK. Partai tersebut antara lain Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas