Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Usaha-usaha Menebalkan Ingatan

Simak cara dan usaha menebalkan ingatan dalam konteks pembelajaran. Di Ganesha Operation, metode menghafal yang digunakan adalah metode asosiasi.

Editor: Sri Juliati
zoom-in Usaha-usaha Menebalkan Ingatan
Ilustrasi eksklusif GO
ILUSTRASI TEKNIK MENGINGAT - Simak cara dan usaha menebalkan ingatan dalam konteks pembelajaran. Di Ganesha Operation, salah satu metode menghafal yang digunakan adalah metode asosiasi. 

oleh Umar Fauzi Ballah (Ganesha Operation)

TRIBUNNEWS.COM - Pernahkah kalian berpikir mengapa belajar di sekolah saja tidak cukup? Kenapa guru masih memberikan kita PR di rumah? Mengapa guru dan orang tua menyarankan kita belajar lagi di rumah? 

Jawaban atas semua pertanyaan itu adalah untuk menebalkan ingatan. Usaha menebalkan dalam pekerjaan apa pun selalu diikuti peristiwa pengulangan; berulang-ulang atau dilakukan lebih dari satu kali. 

Jika kalian sedang mengecat tembok, pasti pengecatan dilakukan lebih dari satu kuasan. Efek yang ingin dihasilkan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menebalkan. 

Dalam Microsoft Word, ada fitur B, bold yang tujuannya adalah menebalkan sebuah kata, frasa, atau klausa. 

Dalam PUEBI, penebalan sebuah kata atau frasa dilakukan karena kata atau frasa tersebut dianggap penting, misalnya, penulisan judul atau subjudul atau penekanan pada kata atau frasa tertentu, selain huruf miring.

Ternyata, tidak ada satu pun di dunia ini yang luput dari kata penebalan. Di dunia pendidikan, dulu, kita mengenal hafalan sebagai metode menebalkan ingatan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Seiring perkembangan zaman, menghafal dianggap usang, ketinggalan zaman. Maka, lahirlah berbagai bentuk teknik penebalan yang lain yang sebetulnya tidak lebih dari varian metode menghafal. 

Artinya, metode menghafal akan selalu relevan dengan sifat dasar otak manusia.

Penebalan Ingatan dalam Konteks Pembelajaran

Otak manusia tidak hanya menyimpan informasi secara pasif, tetapi juga aktif berusaha untuk mengolah dan menyimpannya dengan cara yang dapat diakses kapan saja. 

Prinsip ini menjadi dasar dari berbagai metode dalam pembelajaran, yang melibatkan teknik-teknik pengulangan dan asosiasi informasi. 

Baca juga: Kelas 10 Enggak Boleh Santai!

Sama halnya seperti kita menebalkan warna pada tembok dengan pengecatan berulang, ingatan juga bisa diperkuat melalui berbagai strategi pembelajaran yang bersifat repetitif.

Salah satu teknik yang umum digunakan adalah pengulangan. Dalam konteks pembelajaran, ini berarti bahwa siswa diharapkan untuk tidak hanya belajar saat di sekolah, tetapi juga melibatkan diri dalam belajar di luar waktu sekolah. 

Pengulangan tersebut bertujuan untuk memperkuat jejak ingatan dalam otak, sehingga informasi dapat bertahan lebih lama dan mudah diingat saat diperlukan.

Menghafal atau Mengasosiasikan?

Di dunia pendidikan, menghafal informasi adalah salah satu cara yang telah lama digunakan untuk menebalkan ingatan. 

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas