Langkah Baru Lawan Kanker Pankreas
Harapan baru kanker pankreas! Ilmuwan CNIO Spanyol temukan terapi 3 obat yang mampu hapus total tumor pada uji praklinis. Cek infonya!
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah terobosan penting dalam penanganan kanker pankreas datang dari tim ilmuwan di Pusat Penelitian Kanker Nasional Spanyol (Centro Nacional de Investigaciones Oncológicas/CNIO).
Penelitian mereka baru-baru ini menarik perhatian komunitas medis internasional karena menunjukkan hasil yang belum pernah dicapai sebelumnya dalam studi praklinis.
Dalam riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), para peneliti melaporkan, tumor pankreas pada model hewan percobaan berhasil dihilangkan secara menyeluruh dan bertahan dalam jangka waktu yang lama tanpa muncul kembali.
Pendekatan yang digunakan berupa kombinasi tiga jenis obat yang dirancang untuk bekerja secara simultan dalam menekan pertumbuhan kanker.
Temuan ini menjadi angin segar di tengah tantangan besar penanganan kanker pankreas, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jenis kanker dengan tingkat kematian tinggi dan deteksi yang kerap terlambat.
Mengenal Kanker Pankreas dan Tantangannya di Indonesia
Pankreas merupakan organ penting yang berperan dalam proses pencernaan serta pengaturan kadar gula darah melalui produksi enzim dan hormon seperti insulin.
Kanker pankreas umumnya berkembang dari sel-sel saluran pankreas (karsinoma duktal pankreas), yang mengalami pertumbuhan tidak terkendali akibat mutasi genetik.
Secara global, kanker pankreas termasuk salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi.
Gejala pada tahap awal sering tidak spesifik, seperti nyeri perut, penurunan berat badan, dan gangguan pencernaan, sehingga banyak kasus terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.
Hingga kini, operasi pengangkatan tumor menjadi satu-satunya opsi yang berpotensi memberikan kesembuhan.
Namun, hanya 20 persen pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani tindakan bedah saat pertama kali terdiagnosis.
Selebihnya memerlukan pendekatan terapi lain dengan hasil yang umumnya masih terbatas.
Sejumlah faktor risiko turut meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker pankreas, di antaranya kebiasaan merokok, usia di atas 55 tahun, diabetes, obesitas, serta riwayat keluarga.
Sekitar 10 persen kasus juga berkaitan dengan faktor genetik atau sindrom tertentu. Pola hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol dan kurang aktivitas fisik turut menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Di Indonesia, meski data kanker pankreas secara spesifik belum banyak dipublikasikan, tren kenaikan kasus kanker secara umum menjadi perhatian serius.
Baca tanpa iklan