Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Akses pendidikan kian meluas, namun tantangan sesungguhnya kini bergeser pada kualitas pembelajaran.
Editor:
Garudea Prabawati
Pendekatan pembelajaran mendalam mulai diperkenalkan, dengan fokus pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi.
Perubahan ini juga didukung oleh berbagai inisiatif lain, mulai dari penguatan karakter, pengembangan bakat siswa, hingga adaptasi kurikulum yang mulai memasukkan keterampilan masa depan seperti coding dan kecerdasan buatan (AI).
Semua ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada materi, tetapi pada kesiapan siswa menghadapi tantangan zaman.
Tetapi membangun pendidikan yang benar-benar bermutu tidak bisa ditopang oleh satu pihak saja.
Dibutuhkan peran bersama dari pemerintah, sekolah, hingga lingkungan belajar di luar sekolah.
Kolaborasi inilah yang menjadi kunci agar kualitas pendidikan dapat tumbuh secara lebih merata.
Menguatkan Pembelajaran dari Berbagai Arah
Mewujudkan pendidikan bermutu memang tidak bisa berdiri sendiri.
Selain peran pemerintah dan sekolah, lingkungan belajar di luar kelas juga ikut mengambil bagian dalam memperkuat pemahaman siswa.
Dalam konteks ini, lembaga bimbingan belajar hadir sebagai mitra yang membantu proses belajar menjadi lebih terarah.
Melalui pendekatan yang lebih personal, siswa tidak hanya mengejar materi, tetapi juga membangun pemahaman dan kepercayaan diri dalam belajar.
Peran tersebut juga terlihat dalam kolaborasi yang mulai terjalin antara pemangku kebijakan dan praktisi pendidikan.
Dalam salah satu kesempatan, Direktorat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen berdialog dengan Ganesha Operation untuk membahas penguatan sistem pembelajaran, khususnya dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi tantangan belajar.
Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, MM, menyampaikan bahwa lembaga bimbingan belajar dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan proses belajar yang lebih efektif.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya melalui pembelajaran tatap muka, tetapi juga pemanfaatan teknologi seperti aplikasi belajar dan try out berbasi komputer (TOBK), sehingga siswa dapat belajar dengan lebih terarah dengan bantuan teknologi.
Prof. Bob Foster menerima Visionary Executive Award atas kontribusinya dalam mendorong transformasi lembaga pendidikan agar lebih adaptif di era digital serta pemikirannya yang visioner atas pengembangan yang dilakukan di Ganesha Operation.
Baca tanpa iklan