Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Miris, 25 Persen Sarjana Kedokteran Tidak Lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Mereka sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran di perguruan tinggi yang masih terakreditasi C

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
zoom-in Miris, 25 Persen Sarjana Kedokteran Tidak Lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia
Istimewa
Ketua Umum PGRI Dr. Unifah Rosyidi M.Pd., Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Bambang Supriyatno dalam diskusi Menata Cetak Biru Sumber Daya Iptek Dikti Menuju Indonesia Emas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dibandingkan Malaysia, Indonesia sangat kurang terkait jumlah dokter.

Di Indonesia, rata-rata satu  dokter melayani  2.500 orang, Malaysia perbandingan satu layani 800 orang dan hanya satu tingkat di atas Myanmar.

Mirisnya untuk menambah jumlah dokter di Indonesia ternyata tidak mudah karena tidak semua lulusan kedokteran otomatis menjadi dokter.

"Kami mencatat ada  2.500 sarjana kedokteran kesulitan menjadi dokter karena tidak lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI)," kata Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Bambang Supriyatno dalam diskusi Menata Cetak Biru Sumber Daya Iptek Dikti Menuju Indonesia Emas, di Jakarta belum lama ini.

Ia menyebut mereka sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran di perguruan tinggi yang masih terakreditasi C.

Baca: Sebelumnya Meminta, Kini Setya Novanto Menolak Diperiksa Dokter RSPAD

"Para calon dokter mengaku soal-soal yang diujikan di UKDI terlampau sulit dan jumlahnya sekitar  25 persen dari sarjana kedokteran,' katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PGRI Dr. Unifah Rosyidi M.Pd menyebut, terkait sumber daya manusia bidang pendidikan kondisinya juga memprihatinkan.

"Sebab dari produksi program studi kependidikan yang terserap menjadi guru murni kurang dari 20 persen. Kita darurat kekurangan guru,' katanya.

Dirjen Sumber Daya IPTEK dan Dikti Kementerian Ristekdikti, Prof. dr Ali Ghufron Mukti PhD, mengatakan,  tiga disiplin ilmu yang tengah disusun Ristekdikti guna mengelola SDM IPTEK dan Dikti di 2018 mendatang.

"Disiplin ilmu tersebut, yakni keinsinyuran, kesehatan, dan pendidikan. Ini kita  diprioritaskan untuk menyiapkan SDM yang dibutuhkan,' katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas