Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Orbit? Berikut Pengertian, Bentuk dan Sejarahnya

Orbit adalah jalan yang dilalui oleh benda langit dalam peredarannya mengelilingi benda langit lain yang lebih besar gaya gravitasinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Gigih
zoom-in Apa Itu Orbit? Berikut Pengertian, Bentuk dan Sejarahnya
PA
European Space Agency’s Solar Orbiter saat ini sedang mempelajari aktivitas matahari. Lantas Apa Itu Orbit? Berikut Pengertian, Bentuk dan Sejarahnya. 

Satelit yang menuju GEO pertama kali pergi ke orbit elips dengan puncak sekitar 37.015 km.

Menembakkan mesin roket di apogee kemudian membuat orbitnya bulat.

Orbit geosinkron juga disebut geostasioner.

Baca juga: Urutan Struktur Cerita Fantasi Lengkap dengan Pengertian dan Ciri Umumnya

Sejarah

Dikutip dari sumber.belajar.kemdikbud.go.id, orbit adalah lintasan planet mengelilingi matahari.

Sebelum ditemukannya hukum ini, manusia zaman dulu menganut paham geosentris, yaitu sebuah paham yang membenarkan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta.

Anggapan ini didasari pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mengamati matahari, bulan dan bintang bergerak, sedangkan bumu dirasakan diam.

Rekomendasi Untuk Anda

Anggapan ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100–170 M) dan bertahan hingga 1400 tahun.

Menurutnya, bumi berada di pusat tata surya.

Matahari dan planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Kemudian pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473–1543) mencetuskan model heliosentris.

Heliosentris artinya bumi beserta planet-planet lainnya mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Tentu saja pendapat ini lebih baik dibanding pendapat sebelumnya.

Namun, ada yang masih kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam masih menggunakan lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.

Orbit pertama kali dianalisa secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam hukum Kepler tentang gerak planet.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas