Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Energi Alternatif? Berikut Pengertian, Macam-macam, Contoh hingga Manfaatnya

Berikut penjelasan mengenai apa itu energi alternatif, macam-macamnya, contoh hingga manfaat energi alternatif.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Apa Itu Energi Alternatif? Berikut Pengertian, Macam-macam, Contoh hingga Manfaatnya
Buku Tematik Tema 6 KElas 3 SD
Energi Alternatif. Apa Itu Energi Alternatif? Berikut Pengertian, Macam-macam, Contoh hingga Manfaatnya. 

Panas bumi atau geotermal juga bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.

Panas dari dalam bumi menghasilkan uap yang kencang.

Uap ini diolah di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB).

Baca juga: Apa Itu Pubertas? Ini Pengertian Serta Ciri-Cirinya: Menstruasi dan Mimpi Basah

Baca juga: Apa Itu Teks Persuasif? Berikut Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Manfaat Energi Alternatif

Panas matahari, gerak air, dan gerak angin/bayu, dapat diubah menjadi energi listrik.

Listrik yang dihasilkan oleh matahari, air, dan angin inilah yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak.

Energi matahari dimanfaatkan untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Energi air dimanfaatkan untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara energi angin dimanfaatkan untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB).

Pembangkit listrik tenaga angin merupakan sumber energi yang sangat ramah lingkungan.

Alasan Membutuhkan Energi Alternatif

Kita membutuhkan energi alternatif karena ada beberapa hal yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Terbatasnya bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam di bumi.

Bila sumber energi fosil habis, kita tidak bisa mendapatkannya lagi.

Fosil juga butuh jutaan tahun untuk bisa dimanfaatkan menjadi energi.

2. Bahan bakar fosil meninggalkan jejak karbon di atmosfer saat terbakar.

Ini membuat udara di atmosfer bumi dipenuhi polusi, seperti karbon monoksida dari kendaraan dan nitrogen dioksida.

Jejak karbon ini memicu pemanasan global.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Bobo.grid.id/Avisena Ashari, Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas