Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Peran Walisongo dalam Persebaran Agama Islam di Tanah Jawa

Walisongo dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam di Indonesia, berikut peran penting Walisongo di tanah Jawa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Peran Walisongo dalam Persebaran Agama Islam di Tanah Jawa
TRIBUN JATENG/HEMAWAN HANDAKA
MASJID Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun abad 15 masehi. Dulu merupakan tempat musyawarah para wali (walisongo) dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. 

TRIBUNNEWS.COM - Tokoh Walisongo pasti dikaitkan dengan kegiatan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Di tanah Jawa, Walisongo sukses menyebarkan agama Islam melalui dakwah dan kebudayaan.

Persebaran agama Islam oleh Walisongo dimulai di daerah Demak.

Dikutip dari bobo.grid.id, masjid Demak dipercaya sebagai tempat berkumpulnya para Walisongo yang bertugas menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.

Masjid Agung Demak didirikan oleh Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak.

Baca juga: Sejarah Keberadaan Orang Jawa di Kaledonia Baru Sejak 125 Tahun Silam, Datang Sebagai Kuli Kontrak

Baca juga: Apa Itu Lambang Negara? Ini Makna Jumlah Bulu di Burung Garuda Pancasila

Masjid yang sudah ada sejak 1474 ini memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru.

Bagian atapnya berbentuk limas yang ditopang oleh delapan tiang yang disebut saka majapahit.

Rekomendasi Untuk Anda

Masjid Demak termasuk dalam daftar masjid tertua di Indonesia.

Dikutip dari buku Sejarah Islam di Nusantara (2015), agama Islam kemudian dianut oleh sebagian besar manyarakat Jawa, mulai dari perkotaan, pedesaan, dan  pegunungan.

Pada saat melakukan pendekatan dengan masyarakat para wali ini mendirikan masjid, baik sebagai tempat ibadah maupun sebagai tempat mengajarkan agama.

Mengajarkan agama di serambi masjid ini, merupakan lembaga pendidikan tertua di Jawa yang sifatnya lebih demokratis.

Pada masa awal perkembangan Islam, sistem seperti ini disebut "gurukula", yaitu seorang guru menyampaikan ajarannya kepada beberapa murid yang duduk di depannya, sifatnya tidak masal bahkan rahasia seperti yang dilakukan oleh Syekh Siti Jenar.

Selain prinsip-prinsip keimanan dalam Islam, ibadah, masalah moral juga diajarkan ilmu-ilmu kanuragan, kekebalan, dan bela diri.

Ketika melakukan penyebaran Islam, mereka menggunakan berbagai cara, yakni kebudayaan, kesenian dan pendidikan.

Penyebaran agama Islam di Nusantara juga terjadi karena pengaruh pedagang dari berbagai negara, seperti Arab, Mesir, Persia (Iran), dan Gujarat (India).

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas