Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

250.000 Ruang Kelas SD Negeri di Indonesia Rusak, Rawan Roboh dan Lembab-Berdebu

sebanyak 250.000 atau 1 dari 5 ruang kelas SD Negeri di Indonesia dalam kondisi rusak, rawan roboh, lembab, dan berdebu.

250.000 Ruang Kelas SD Negeri di Indonesia Rusak, Rawan Roboh dan Lembab-Berdebu
IST
Kondisi ruang kelas siswa SDN 07 Ciapus, Kabupaten Bogor, kini memprihatinkan. Ruangan kusam dan plafom jebol di tengah kebutuhan mereka belajar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2021 hari ini, kita rasanya perlu merenungkan ulang tentang kualitas infrastruktur pendidikan dasar di Indonesia.

Laporan hasi riset terbaru yang dilakukan YAPPIKA-Action Aid menunjukkan, sebanyak 250.000 atau 1 dari 5 ruang kelas SD Negeri di Indonesia dalam kondisi rusak, rawan roboh, lembab, dan berdebu.

"Kondisi ini menempatkan 1 dari 5 anak SD setiap hari terancam bahaya belajar di ruang kelas yang rusak," ujar Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid, Fransisca Fitri pada acara diskusi virtual dengan media di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Fransisca menjelaskan, data yang dia dapatkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menunjukkan bahwa setidaknya ada 150 ribu SD berada di kawasan rawan bencana.

"Sebanyak 36 persen SD Negeri di Indonesia juga tidak punya toilet yang layak," ungkap Fransisca.

YAPPIKA-ActionAid menggelar rangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan publik mengenai pendidikan inklusif.

Baca juga: 12 Orang Lakukan Aksi Jalan Kaki dari Cirebon ke Istana Negara, Minta Presiden Segera Buka Sekolah

“Dengan dukungan penuh para mitra kerja kami di daerah, Uni Eropa European Union (EU) serta dukungan korporasi dan dana publik, 5.362 anak-anak di 92 sekolah dampingan sudah merasakan fasilitas Pendidikan pendidikan yang lebih baik dan bisa belajar dengan nyaman di kelas," ungkapnya.

Baca juga: Data Exabytes & PANDI Sebut Website Sekolah Meningkat 168 Persen Meski di Era Pandemi

"Namun demikian, perjuangan kita masih panjang karena masih ada ribuan sekolah dengan kondisi tidak layak," lanjutnya.

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hardiknas ini diharapkan dapat menjadi  ajang pembelajaran dan sarana diskusi yang berkualitas untuk mempromosikan tata kelola dan akuntabilitas yang baik di sektor pendidikan di Indonesia, sejalan dengan pencapaian indikator #4 dari Sustainable Development Goals (SDGs) melalui keterlibatan masyarakat sipil yang aktif dalam proses pembangunan publik.

Baca juga: Waspadai Penipuan yang Janjikan Kelulusan Jadi Mahasiswa atau Taruna Sekolah Kedinasan

Kegiatan yang dilaksanakan meliputidiskusi publik secara virtual, pameran virtual dan talkshow TV yang bertujuan untuk menginformasikan capaian kerja-kerja advokasi YAPPIKA-ActionAid bersama mitra-mitra di berbagai daerah.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas