Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Geologi: Zaman Arkaekum hingga Neozoikum

Zaman praaksara disebut juga zaman prasejarah. Berikut pembagian zaman praaksara berdasarkan geologi.

Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Geologi: Zaman Arkaekum hingga Neozoikum
Kemdikbud.go.id
Ilustrasi manusia purba pada zaman praaksara. Berikut pembagian Zaman Praaksara berdasarakan geologi. 

Jenis manusia ini menurut para ahli memiliki kemampuan berpikir yang masih rendah karena volume otaknya 900 cc.

2. Meganthropus Paleojavanicus

Pada tahun 1941, Von Koeningwald menemukan sebagian tulang rahang bawah yang jauh lebih besar dan kuat dari rahang Pithecanthropus.

Geraham-gerahamnya menunjukkan corak-corak kemanusiaan, tetapi banyak pula sifat keranya.

Von Koeningwald menganggap makhluk ini lebih tua daripada Pithecanthropus.

Makhluk ini ia beri nama Meganthropus Paleojavanicus karena bentuk tubuhnya yang lebih besar.

Diperkirakan hidup pada dua juta sampai satu juta tahun yang lalu.

3. Homo Soloensis

Replika manusia purba di Museum Sangiran, Rabu (18/12/2019)
Replika manusia purba di Museum Sangiran, Rabu (18/12/2019) (Ambar/TribunTravel)

Von Koeningwald dan Wedenreich menemukan kembali sebelas fosil tengkorak pada tabun 1931-1934 di dekat desa Ngandong, lembah Bengawan Solo.

Sebagian dari jumlah fosil itu telah hancur, tetapi ada beberapa yang dapat memberikan informasi bagi penelitiannya.

Von Koeningwald menilai hasil temuannya ini bahwa makhluk itu lebih tinggi tingkatannya daripada Pithecanthropus Erectus.

Baca juga: Mengenal Seni Rupa Terapan, Berikut Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Bahkan makhluk ini sudah dapat dikatakan manusia.

Makhluk ini oleh Von Koeningwald disebut Homo Soloensis (Manusia dari Solo).

4. Homo Wajakensis atau Homo Sapiens

Selanjutnya, di dekat Wajak sebuah desa yang tak jauh dari Tulungagun Kediri ditemukan sebuah tengkorak yang disebut Homo Wajakensis.

Jenis manusia purba ini memiliki tinggi tubuh antara 130-210 cm, dengan berat badan kira-kira 30-150 kg.

Mukanya lebar dengan hidung yang masih lebar, mulutnya masih menonjol.

Dahinya pun menonjol, walaupun tidak seperti Pithecanthropus.

Manusia ini hiduo antara 25.000-40.000 tahun yang lalu.

Kehidupan mereka lebih maju karena sudah bisa membuat alat-alat dari batu maupun tulang.

(Tribunnews.com/Yurika)

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas