Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kemendikbudristek: 300 Lebih Perusahaan Bergabung Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat

Saat ini ada 300 lebih perusahaan yang akan berpartisipasi dengan Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat.

Kemendikbudristek: 300 Lebih Perusahaan Bergabung Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat
Foto Saga TV
Peserta magang asal Indonesia di kegiatan menanam bibit sayuran di Kurogawa-cho, Kota Imari, Prefektur Saga, Senin (17/4/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam mengungkapkan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat memfasilitasi generasi muda dengan inovasi dan wawasan luas agar bisa dilirik oleh berbagai perusahaan.

Nizam mengungkapkan saat ini ada 300 lebih perusahaan yang akan berpartisipasi dengan Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat.

“Selama beberapa bulan, kita pelan-pelan mensosialisasikan program ini ke mitra Industri dan tanggapannya sangat luar biasa sekali," ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

"Sekitar 300 lebih perusahaan terbaik berminat bergabung, dari mulai perusahaan kecil sampai perusahaan global maupun perusahaan raksasa di tanah air," tambah Nizam.

Menurut Nizam, program ini bakal memfasilitasi adaptasi mahasiswa supaya tidak terlalu lama ketika masuk dalam dunia kerja.

"Kita harapkan nanti akan terbangun ekosistem yang berkelanjutan, sehingga betul-betul akan menyambungkan antara kampus dengan dunia kerja untuk melatih mahasiswa lebih awal sesuai dengan talentanya," ucap Nizam.

Baca juga: 30 Pemagang Indonesia Berpartisipasi Menanam Bibit Sayuran di Saga Jepang

Dirinya mengatakan saat ini banyak sekali kesempatan untuk mahasiswa Indonesia saat ini.

Mahasiswa akan menyesuaikan dengan passionnya untuk mencicipi dunia profesi, dan itu semua dilakukan ketika masih menjadi mahasiswa.

Baca juga: Bangun Desa Wisata Danau Toba, Sandiaga Kirim Siswa Berprestasi Magang di Poltekpar Bali

"Sehingga nanti setelah lulus bisa lebih mantap dan lebih mengenal keadaan dunia kerja. Kalau di kampus, mahasiswa lebih banyak diasah dalam hal teoritis, tetapi di dunia kerja soft skill dan hard skill mahasiswa akan lebih diasah kembali," jelas Nizam.

Mahasiswa, kata Nizam, nantinya akan betul-betul melakukan program ini dengan sangat baik dan mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pembimbing dari kampus.

"Nantinya, mahasiswa akan setiap hari mengisi aktivitasnya dalam log book yang telah disediakan untuk memudahkan para dosen pembimbing untuk memantaunya," pungkas Nizam.

Kemendikbudristek bakal memastikan kurikulum yang diperoleh selama mahasiswa magang, didesain oleh para mitra.

Program magang merdeka dipastikan setara dengan 20 SKS dengan melihat intensitas aktivitas dan juga melihat capaian pembelajaran selama magang.

Nilainya akan masuk ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi sehingga menjadi bagian di ijazah. Selain itu, dalam transkripnya termasuk juga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sesuai dengan yang diperoleh selama magang di perusahaan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas