Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

KPAI: Anak Putus Sekolah Meningkat Akibat Pandemi Covid-19

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengungkapkan pandemi Covid-19 berdampak terhadap meningkatnya anak-anak putus sekolah.

KPAI: Anak Putus Sekolah Meningkat Akibat Pandemi Covid-19
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wali Kota Bandung, Oded M Danial meninjau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) siswa SD melalui saluran televisi satelit Bandung 123 di ruangan utama masjid di RW 05, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (13/10/2010). Kanal TV Satelit Bandung 132 ini diluncurkan Pemerintah Kota Bandung dengan menayangkan program Padaringan (Pembelajaran Dalam Jaringan) berisi ratusan konten video mata pelajaran dari tingkat SD hingga SMP sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh bagi siswa di masa pandemi Covid-19. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner KPAI Retno Listyarti mengungkapkan pandemi Covid-19 berdampak terhadap meningkatnya anak-anak putus sekolah.

Retno mengungkapkan permasalahan ekonomi menjadi faktor utama dari peningkatan angka putus sekolah.

"Karena tidak mampu membayar SPP selama berbulan-bulan lamanya, tidak memiliki alat daring, terpaksa harus bekerja membantu orangtuanya, dan bahkan memutuskan menikah di usia anak," ungkap Retno melalui keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Selain Guru, Kemendikbudristek Nilai Kolaborasi Orangtua dan Murid Sangat Penting dalam PJJ

Baca juga: Kemendikbudristek: Sekolah di Zona Merah Tetap PJJ

Baca juga: Curhat Guru Soal PJJ: Lebih Mengena Kalau Sekolah Tatap Muka

Pada tahun 2020, Retno mengungkapkan ada 119 kasus anak putus sekolah karena menikah.

Sementara hingga April 2021, sudah terjadi 33 kasus.

Angka ini, kata Retno, meningkat di saat pemerintah berupaya menurunkan angka perkawinan anak.

"KPAI mendorong Pemerintah dan Pemerintah daerah untuk memberikan beasiswa dan fasilitas belajar daring," ucap Retno.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan bantuan sehingga anak-anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi dapat dicegah.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas