Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Anak Jalani PJJ di Tahun Ajaran Baru, Ini yang Perlu Dilakukan Orang Tua Agar Belajarnya Efektif

Di tahun ajaran baru 2021/2022 ini para siswa kembali harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online di rumah. 

Anak Jalani PJJ di Tahun Ajaran Baru, Ini yang Perlu Dilakukan Orang Tua Agar Belajarnya Efektif
IST
Talk show edukatif bertema ‘Dampingi Anak Gapai Prestasi di Tengah Pandemi’ yang diselenggarakan Pahamify, Sabtu (24/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir dan ditambah meluasnya zona merah di Tanah Air membuat Pemerintah menunda pembelajaran tatap muka untuk siswa di sekolah. 

Karenanya, di tahun ajaran baru 2021/2022 ini para siswa kembali harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online di rumah

Lalu apa yang harus dilakukan orangtua agar siswa efektif menjalani belajarnya selama PJJ?

Parenting Influencer Meisya Siregar mengatakan, pada masa ini orang tua dituntut untuk terlibat secara aktif dalam pendidikan anak.

Karenanya, penting untuk mengetahui pendekatan yang baik sehingga anak tetap merasa nyaman menjalani sekolah dari rumah.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Anggota DPR Minta Kemdikbudristek Segera Putuskan PJJ

“Kolaborasi antara ayah ibu dengan anak menjadi salah satu yang perlu dilakukan demi menunjang suasana belajar optimal. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai orang tua agar dapat terus mendorong motivasi anak,” ujar Meisya Siregar dalam talk show edukatif bertema ‘Dampingi Anak Gapai Prestasi di Tengah Pandemi’ yang diselenggarakan platform pembelajaran online Pahamify, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Kemendikbudristek: 7 Provinsi Wajib Terapkan PJJ Selama PPKM Darurat

Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener mengingatkan, penerapan sekolah online bagi tiap anak dampaknya akan berbeda-beda.

"Ada yang sangat menikmati, tetapi juga ada yang merasa bosan dan kurang bersemangat," ujarnya. 

"Orang tua harus mengenali terlebih dahulu karakter anak sehingga dapat menentukan bentuk dukungan terbaik bagi anak,” jelas Samanta.

Baca juga: Kemendikbudristek: Sekolah di Zona Merah Tetap PJJ

Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan, selama pandemi ini pihaknya mencermati bahwa kelangsungan pendidikan di Indonesia pada masa ini menjadi tanggung jawab bersama.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas