Mengenal Klasifikasi Makhluk Hidup, Dilengkapi Ciri-ciri Makhluk Hidup
Berikut ini penjelasan mengenai klasifikasi dan ciri-ciri makhluk hidup yang dapat makan, tumbuh, berkembang biak, dan bernapas.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Arif Fajar Nasucha
Manusia, bisa bertambah berat dan tinggi.
Pertumbuhan manusia dan hewan akan berhenti setelah mencapai usia tertentu atau setelah mencapai dewasa.
5. Berkembang Biak
Setelah menjadi dewasa, makhluk hidup akan berkembang biak.
Bagi makhluk hidup, berkembang biak berfungsi untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah.
Cara berkembang biak makhluk hidup dibedakan menjadi dua, yaitu secara kawin (seksual) dan secara tak kawin (asekmal).
Contohnya, pada tumbuhan, alat reproduksinya berupa benang sari dan putik.
6. Mengeluarkan Zat Sisa
Contoh zat sisa dari proses yang terjadi di dalam tubuh, yakni Keringat dan urin.
Zat sisa ini harus dibuang atau dikeluarkan dari dalam tubuh.
Proses pengeluaran zat sisa pada makhluk hidup inilah yang disebut ekskresi.
Zat sisa dikeluarkan melalui alat pernapasan paru-paru pada manusia, sedangkan insang pada ikan.
Sementara itu, tumbuhan mengeluarkan zat-zat sisa yang berupa oksigen, karbondioksida, uap air, dan tetesan air.
Pengeluaran zat tersebut, melalui proses respirasi, transpirasi, dan gutasi.
Pada proses respirasi tumbuhan mengeluarkan karbondioksida, sedangkan fotosintesis dikeluarkan oksigen.
7. Bernapas
Dikutip dari Bobo,grid.id, bernapas merupakan proses menghirup udara dari lingkungan yang kemudian dipilah.
Oksigen akan masuk dalam tubuh dan dikelola menjadi energi secara kimiawi.
Kemudian, karbondioksida akan dikeluarkan kembali melalui hidung atau saluran pernapasan lainnya.
8. Peka Terhadap Rangsang atau Iritabilitas
Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menanggapi rangsang yang diterima.
Contohnya, manusia akan refleks menutup mata saat ada sorot cahaya yang mengenai wajah.
Hal itu merupakan bentuk peka dari adanya rangsangan berupa cahaya.
Selain itu, pada tumbuhan putri malu yang menguncupkan daunnya saat disentuh.
Kemampuan menanggapi rangsang ini sering disebut iritabilitas.
Bentuk rangsangan bisa muncul karena adanya sentuhan, cahaya, air, zat kimia, suhu, dan gravitasi bumi.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Bobo.grid.id/Amirul Nisa)
Simak berita lain terkait Materi Sekolah
Baca tanpa iklan