Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Daftar 7 Pahlawan Revolusi Korban Pengkhianatan G30S, Profil Singkat hingga Karier

Berikut ini daftar pahlawan revolusi: 7 Jenderal korban pengkhianatan G30S PKI, profil singkat hingga perjalanan arier.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Daftar 7 Pahlawan Revolusi Korban Pengkhianatan G30S, Profil Singkat hingga Karier
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah warga melihat beberapa tempat bersejarah di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (29/9/2015). Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Ia diculik oleh Resimen Cakrabirawa yang dipimpin Letnan Kolonel Untung pada 30 September 1965.

2. Mayor Jenderal Siwondo Parman

Mayor Jenderal Siswondo Parman lahir pada tanggal 14 Agustus 1918 di Wonosobo, Jawa Tengah.

Parman pernah masuk ke sekolah kedokteran, namun berhenti sekolah setelah Jepang menjajah Indonesia.

Parman bekerja sebagai polisi militer pada masa pendudukan Jepang atau biasa disebut Kempeitai.

Kemudian, ia dikirim ke Jepang mengikuti pelatihan intelijen.

Namun, setelah kembali ke Indonesia, ia beralih menjadi seorang penerjemah karena Jepang sudah tidak menjajah Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Parman bergabung di TKR atau Tentara Keamanan Rakyat pada 1945.

Beberapa bulan kemudian, ia diangkat menjadi kepala staf polisi militer di Yogyakarta.

Ia naik pangkat menjadi staf Gubernur militer di Jabodetabek yang berpangkat Mayor setelah beberapa tahun kemudian.

Parman pernah menggagalkan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA yang dipimpin oleh Raymond Westerling.

Prestasinya tersebut membawanya untuk dikirim untuk sekolah polisi militer di Amerika oleh pemerintah Indonesia.

Ia juga pernah menduduki jabatan atase di markas besar Polisi Militer Indonesia di London, Inggris, sera memegang jabatan di Departemen Pertahanan Indonesia.

Kemudian, Parman kembali ke Indonesia dan dijadikan asisten intelijen bagi KSAD Jenderal Ahmad Yani.

Pada tanggal 30 September 1965, Parman diculik oleh pasukan Resimen Cakrabirawa di kediamannya.

Baca juga: Sinopsis Film Pengkhianatan G30S PKI, Mengenang Peristiwa Kelam Pembunuhan Para Pahlawan Revolusi

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas