Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siapa yang Menjahit Sang Saka Bendera Merah Putih? Inilah Profil dan Sejarahnya

Bendera merah putih dijahit oleh Ibu Fatmawati dengan ukuran yang sangat besar. Berikut profil dan sejarah Ibu Fatmawati.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Siapa yang Menjahit Sang Saka Bendera Merah Putih? Inilah Profil dan Sejarahnya
(Via Bangkapos.com)
Ibu Fatmawati dan Presiden Soekarno. Berikut Profil dan Sejarah Ibu Fatmawati, yang Menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih 

Mengetahui itu, Fatmawati membantu meringankan beban orang tuanya dengan berjualan kacang bawang yang digoreng oleh ibunya atau menunggui warung kecil di depan rumahnya.

Kemudian, keluarga Fatmawati memutuskan untuk pindah ke ke kota Palembang.

Lalu, pada suatu hari, Fatmawati diajak oleh ayahnya untuk bersilaturahmi dengan Ir. Soekarno.

Saat itu, Ir. Soekarno merupakan seorang tokoh pergerakan yang dibuang ke Bengkulu.

Kesan pertama Fatmawati saat bertemu dengan Ir. Soekarno adalah sosok yang tidak sombong, memiliki sinar mata berseri-seri, berbadan tegap serta tawanya lebar.

Kemudian, hubungan kedua keluarga tersebut terjalin sangat baik.

Mereka memiliki kesamaan pikir untuk memajukan serta merubah kehidupan bangsa yang semakin hari semakin tertindas.

Rekomendasi Untuk Anda

Fatmawati juga mendapat bantuan dari Ir. Soekarno untuk bersekolah di RK Vakschool.

Namun, saat Fatmawati meminta pandangan Soekarno tentang pinangan seorang pemuda anak Wedana, raut wajah Soekarno berubah dan dengan suara pelan dan berat Soekarno mengeluarkan isi hatinya.

Mendengar penyataan Soekarno, Fatmawati sangat terkejut.

Setelah mendengar pernyataan Soekarno, Fatmawati gelisah.

Ia tidak mau mengkhianati kaumnya karena Soekarno telah beristri .

Akhirnya, kegelisahan tersebut disampaikan Fahmawati kepada ayahnya.

Beberapa waktu kemudian, Fatmawati mendengar rumah tangga Soekarno dan istrinya, Inggit Garnasih berakhir.

Mereka sempat berpisah sebentar karena suasana peralihan yang cepat dari kekuasaan penjajah Belanda kepada tentara Jepang.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas