Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berturut-turut?

Ada berbagai amalan yang bisa dilakukan umat islam saat memasuki bulan Dzulhijjah, salah satunya puasa. Lantas bagaimana pelaksanaan puasa Dzulhijjah?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berturut-turut?
ISTIMEWA
Puasa Dzulhijjah merupakan satu diantara berbagai amalan yang disunnahkan di bulan Dzulhijjah. Lantas puasa Dzulhijjah apakah harus dilakukan berturut-turut, atau bagaimanakan pelaksanaannya? 

Ini sebagaimana juga disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Daud dari Hunaidah ibn Khalid dan istri-istri Nabi SAW.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." (HR Abu Daud).

Namun beberapa ulama juga berpendapat, puasa Dzulhijjah yang ditekankan adalah pada hari arafah.

Puasa hari Arafah merupakan puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah, kecuali bagi jamaah haji.

Dijelaskan dalam Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ust. Muhammad Syukron Maksum,

Puasa Arafah memiliki keutamaan yakni dapat menebus dosa tahun lalu dan setahun yang akan datang.

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Tio)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas